Tren TikTok "Spaving" Bukan Trik Menghemat Uang yang Bisa Dipraktikkan secara Efektif?

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Selasa, 21 Mei 2024 | 20:39 WIB
Ilustrasi: Spaving adalah praktik membelanjakan lebih banyak uang di muka untuk menghemat lebih banyak dalam jangka panjang.  (Freepik/Benzoix)
Ilustrasi: Spaving adalah praktik membelanjakan lebih banyak uang di muka untuk menghemat lebih banyak dalam jangka panjang. (Freepik/Benzoix)

PejuangKantoran.com - Dulu orang mengandalkan Google untuk mencari tips-tips mengenai apapun. Sekarang, pengguna media sosial -khususnya anak muda- mengandakan TikTok untuk mencari jawabannya.

Sayangnya, tidak semua video tips dan trik yang ditampilkan di TikTok benar-benar bisa dipraktikkan, atau terjamin kebenarannya.

Salah satunya tentang tips menghemat uang yang disebut sebagai “spaving”. Istilah ini memang menarik, namun menurut Senior Finance Writer Meredith Dietz, spaving hanya versi baru dari kebiasaan buruk yang lama: mengeluarkan uang terlalu banyak untuk menghemat uang.

Baca Juga: Sama-sama Pakai Batik di Bali, Ini Makna Motif Batik yang Dipakai Prabowo dan Elon Musk

Apa itu spaving?

Spaving mengacu pada praktik membelanjakan lebih banyak uang di muka untuk menghemat lebih banyak dalam jangka panjang.

Misalnya, membeli dalam jumlah besar, memilih produk premium daripada yang lebih murah (agar tahan lama), atau menghabiskan keanggotaan tahunan untuk mendapatkan diskon.

Meskipun beberapa dari trik tersebut mungkin ada yang masuk akal, namun spaving menjadikannya tindakan yang ekstrem.

Misalnya, membayar langganan Canva Pro tahunan sebesar Rp769.000 daripada membayar bulanan sebanyak Rp95.000 bisa dibilang memang menguntungkan karena kamu bisa menghemat Rp371.000.

Tetapi membeli smartphone seharga nyaris Rp20.000.000 yang tidak mampu kita beli dengan harapan membuat aktivitasmu menjadi lebih praktis, itulah yang disebut spaving.

Baca Juga: Seleksi CASN 2024 Dibuka Juni, Menpan-RB: Jangan Percaya pada yang Menjanjikan Kelulusan

Perangkap spaving

Menurut Meredith, masalah inti dari spaving adalah kita masih mengeluarkan uang terlalu banyak dan kemungkinan besar membelanjakan lebih banyak daripada yang sebenarnya bisa kita hemat.

Kita jadi melakukan pembenaran bahwa spaving sebagai cara menghemat uang, padahal kenyataannya hanya menipu diri secara mental untuk membeli lebih banyak daripada yang benar-benar kita butuhkan, atau mampu kita beli dengan nyaman.

Strategi berbelanja yang lebih cerdas

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: Lifehacker

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X