PejuangKantoran.com - Tetap ada peluang cuan bagi pekerja kantoran untuk investasi di reksadana pendapatan tetap.
Mari cermati ciri khas reksadana pendapatan tetap terlebih dahulu!
Reksadana, khususnya reksadana pendapatan tetap, sejatinya adalah sarana berinvestasi berwujud wadah penghimpun dana masyarakat oleh badan hukum yang namanya manajer investasi.
Baca Juga: Terlalu Lama Menunda Menyiapkan Rencana Keuangan untuk Masa Depan bakal Bikin Kamu Nyesel!
Selanjutnya, manajer investasi menanamkan dana masyarakat itu ke dalam surat berharga pasar uang, contohnya, saham dan obligasi.
Dari pilihan-pilihan tersebut, reksadana pendapatan tetap adalah reksadana yang bisa diambil.
Pembeda reksadana pendapatan tetap dari instrumen reksadana lainnya adalah bahwa reksadana pendapatan tetap menanamkan 80 persen dana kelolaan pada produk obligasi, dan sisanya pada saham atau pasar uang.
Director & Chief Investment Officer, Fixed Income PT Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI), Ezra Nazulia, menjelaskan beberapa keunggulan reksadana pendapatan tetap:
Pertama, reksadana pendapatan tetap dapat menjadi pilihan investor berprofil risiko menengah.
Investor berprofil risiko menengah adalah investor yang dalam menanamkan uangnya bersikap konservatif maupun moderat.
Kedua, rentang waktu investasi reksadana pendapatan tetap cocok untuk jangka pendek dan menengah, 5 sampai 7 tahun.
Baca Juga: Bolehkah Membayar Lebih dari Jumlah Tagihan Kartu Kredit? Ini Kelebihan dan Kekurangannya
Hitungan waktu itu, idealnya memiliki jatuh tempo kurang dari setahun untuk obligasi.
Ketiga, imbal hasil reksadana pendapatan tetap ini mendasarkan diri pada tingkat suku bunga acuan, serta perbandingan nilai tukar mata uang rupiah dengan dollar AS.
Keempat, fleksibel. Investasi pendapatan tetap bisa dibeli, dijual atau dialihkan kapan saja pada hari bursa. Kamu bisa mencairkannya sekaligus, atau sebagian dari dana yang kamu punya.