PejuangKantoran.com - Tantangan di terbesar bagi pejuang kantoran atau pekerja kantoran adalah pengelolaan uang gaji atau uang pendapatan hasil kerja.
Pasalnya, lebih dari 50 persen masalah keuangan pekerja kantoran adalah pengelolaan utang dari uang hasil kerja atau uang gaji
Weforum dalam riset termutakhirnya menyebut adalah hal bijaksana bagi pekerja kantoran atau pejuang kantoran untuk mengelola uang gaji atau uang pendapatan atau uang penghasilan agar tidak terjebak pada utang.
Pesannya menjadi jelas bahwa pekerja kantoran atau pejuang kantoran harus cermat dalam melakukan pengelolaan utang.
"Utang akan berisiko mengurangi uang gaji," kata riset weforum tersebut.
Sementara itu, perbankan pengelolaan keuangan asal Singapura, OCBC, juga membeberkan catatannya mengenai pengelolaan utang bagi pekerja yang masih mendapatkan gaji, biasanya bulanan, dari perusahaan.
Utang produktif
Dalam catatannya, OCBC, membeberkan utang dari segi kegunaan.
Pertama adalah utang produktif.
Pada utang produktif, pemberi pinjaman uang berfokus untuk menghasilkan pendapatan uang yang jumlahnya lebih besar daripada uang yang dipinjamkan.
"Utang produktif bisa dijadikan sebagai sumber investasi pula," kata riset itu.
Utang produktif pun, lazimnya, memiliki pertambahan nilai.
Utang produktif bisa juga menjadi modal tambahan untuk jenis-jenis usaha yang dijalankan.
Pejuang kantoran yang punya usaha sambilan kuliner, misalnya, bisa membuat utang produktif untuk pembelian alat memasak.