Bengisnya Bio One, dan Fakta Menarik Lain Di Balik Pembuatan Pertaruhan The Series 2

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Rabu, 1 November 2023 | 15:27 WIB
Pertaruhan The Series 2 mempertemukan Jefri Nichol dengan Bio One dalam adegan laga yang lebih cepat dan memicu adrenalin.  (Instagram @pertaruhantheseries)
Pertaruhan The Series 2 mempertemukan Jefri Nichol dengan Bio One dalam adegan laga yang lebih cepat dan memicu adrenalin. (Instagram @pertaruhantheseries)

Hal menarik lainnya dari Pertaruhan The Series 2 ini adalah skala adegan laganya yang dibuat kolosal. Dari segi komposisi, adegan fighting-nya lebih banyak dua kali lipat dari series yang pertama.

Sejak awal, adegan laga telah disepakati untuk terlihat serealistis mungkin. Agar gerakan berkelahi terlihat lebih seru dan menarik, tim koreografi laga pun sengaja mengombinasikan dua ilmu bela diri, taekwondo dan wing chun (kungfu).

Baca Juga: 5 Manfaat Sarapan Overnight Oat, Nggak Cuma Bikin Tubuh Langsing

3. Syuting Yogyakarta, Semarang dan Kendal

Proses syuting series ini memakan waktu cukup lama, sekitar 56 hari dari keseluruhan 70 hari proses produksi.

Banyak set menarik yang dijanjikan sutradara bagi penonton. Salah satunya gudang tembakau di Berbah yang disulap menjadi setting sebuah kasino mewah.

Sedangkan lokasi syuting dilakukan di tiga kota: Yogyakarta, sebagai lokasi utama, serta Semarang dan Kendal. Kota terakhir ini diakui sutradara Sidharta Tata memberi tantangan tersendiri.

“Faktor cuaca yang tidak menentu jadi tantangan tersendiri karena banyak adegan dilakukan di ruang terbuka. Syuting di kapal tongkang di Kendal, misalnya. Panas dan terik!” serunya.

4. Tetap mengangkat kehangatan keluarga

Sidartha Tata sadar bahwa Pertaruhan The Series 2 akan banyak menampilkan adegan berkelahi yang memacu adrenalin. Namun, ia pun menegaskan jika serial ini tetap mengangkat kehangatan keluarga.

Baca Juga: Tips Hidup Bebas Jerat Pinjol dan Bisa Frugal Living

Contohnya ketika Elzan berusaha mempersatukan keluarganya, Ical dan Wulan (Graciella Abigail), anak kakaknya yang sudah meninggal.

“Cerita yang dihadirkan cukup berat, tapi series ini tidak melulu tentang fighting. Akan ada adegan-adegan komedi yang akan mengundang tawa.

“Unsur komedi ini diperlukan untuk mencairkan suasana dan menimbulkan gelak tawa pada penonton!” tutupnya. (Syanne Susita)

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X