PejuangKantoran.com - Setelah sebelumnya meluncurkan film thriller Sleep Call, dan film komedi Srimulat: Hidup Memang Komedi, sutradara Fajar Nugros mengumumkan untuk kembali menggarap film horor.
Genre horor memang bukan sesuatu yang baru untuk Fajar Nugros. Tahun lalu, film horor garapannya, Inang dan Qorin, bahkan berhasil mencetak 1 juta penonton.
Kini, Fajar Nugros mempersiapkan proyek film Ratu Iblis. Film yang rencananya akan ditayangkan pada 2024 ini mengawinkan genre horor dengan supranatural.
Baca Juga: 5 Pertanyaan saat Wawancara Kerja yang Sering Ditanyakan Microsoft untuk Posisi Support Engineer
Jika dalam Inang Fajar mengangkat tradisi tolak bala Rebo Wekasan, Ratu Iblis menampilkan cerita seputar mitos Bahu Laweyan. Mitos ini meyakini bahwa perempuan dengan tanda lahir di bahu kiri kelak akan membuat orang-orang di sekitarnya mati, karena tanda lahir itu dihuni jin atau setan.
Seperti film-film Fajar sebelumnya, latar belakang cerita akan diangkat dari apa yang pernah dialami Fajar pribadi.
“Inang adalah pengalaman pertama saya membuat film horor karena sebenarnya saya penakut. Film berikutnya saya nggak berani membuat film horor.
“Tapi kemudian saya berpikir, kenapa ya saya takut dengan hantu? Ini karena mungkin semasa kecil atau masa remaja dulu, saya ikut pramuka dan ikut jurit malam.
“Di situ saya mengalami momen di mana saya bertemu banyak hal yang membuat alam bawah sadar saya punya ketakutan akan horor,” terang Fajar, saat syukuran permulaan syuting Ratu Sihir di kantor IDN Pictures, Senin (20/11/2023).
Kemudian ia mencoba mengekspresikan rasa takutnya melalui karya-karyanya, termasuk dalam Ratu Sihir.
“Perasaan takut itu pelan-pelan saya release di film ini. Apa sih ketakutan yang terekam di kepala saya? Dan ide terbesarnya adalah, apa sih ketakutan yang selalu dihadapi perempuan dalam hidupnya ketika menjalani sehari-harinya?
Baca Juga: UMP Jatim 2024 Resmi Naik Sebesar 6,13 Persen, Apakah UMK Surabaya 2024 Juga Naik Sebesar Itu?
“Setelah Wulan di Inang, Dina di Sleep Call, nah sekarang ratu-ratunya keluar!” serunya.
Adapun fondasi cerita Ratu Sihir terinspirasi dari cerita seorang temannya yang mengalami peristiwa tragis dalam hidupnya, di mana ia harus menghadapi stigma yang dilekatkan lingkungan sekitar padanya.
“Saya punya teman di Jogja yang sudah menikah beberapa kali, dan dalam momen tertentu, suaminya meninggal sampai ketiga kalinya.
Artikel Terkait
Penerapan 3R Reduce, Reuse, Recycle, Mengolah dan Mengubah Sampah Menjadi Berkah
2 Alasan Piala Dunia U-17 2023 Kurang Penonton, Benarkah Ada Kaitannya dengan Stadion yang Dipakai?
Film 172 Days Mengangkat Kisah Nyata Pernikahan Nadzira dan Amer yang Dipisahkan oleh Maut
2024, Pemerintah Renovasi 22 Stadion Sepak Bola di Seluruh Indonesia, termasuk Stadion Kanjuruhan
Lisensi Pelatih Seri A Sudah Rp 250 Jutaan, Dianggap Mahal tapi Ada Solusinya
Akhirnya Terkuak, Ini Angka Resmi Pengembalian Gelang Xyloband Coldplay di Jakarta!
Review Gadis Kretek: Ketika Jeng Yah Menerima, Tak Semua Rela Berjuang demi Cinta