“Akhirnya ia memutuskan untuk tidak menikah lagi, karena merasa lingkungan dia men-judge bahwa ia terkena kutukan Bahu Laweyan itu. Itu sudah terekam lama, dan ketika pulang ke Jogja beberapa kali, kita sempat ketemu,” jelas Fajar.
Ia pun mengungkapkan keinginannya untuk mengangkat cerita serta kegelisahan temannya itu ke dalam film. Pengalaman itu lalu diterjemahkan ke dalam skenario yang ditulis Fajar bersama Monji Atmodjo.
Baca Juga: Sekarang Kamu Bisa Kursus Desain Grafis Online agar Bisa Mencari Side Job dan Penghasilan Tambahan
Setelah itu, Fajar melakukan proses casting para pemain di mana akhirnya terpilih Raihaanun, Clara Bernadeth, Morgan Oey, dan Aurra Kharisma sebagai pemain utama.
“Teman-teman aktor sudah kita pilih sebulan lalu, dan sudah menjalankan proses akting, workshop fighting, serta bagaimana treatment kamera horornya karena akan technical sekali.
“Kita mau level up horornya, elevate karena sudah banyak film horor di luar sana. Kita harus memberikan sesuatu yang baru!” tekadnya. (Syanne Susita)
Artikel Terkait
Penerapan 3R Reduce, Reuse, Recycle, Mengolah dan Mengubah Sampah Menjadi Berkah
2 Alasan Piala Dunia U-17 2023 Kurang Penonton, Benarkah Ada Kaitannya dengan Stadion yang Dipakai?
Film 172 Days Mengangkat Kisah Nyata Pernikahan Nadzira dan Amer yang Dipisahkan oleh Maut
2024, Pemerintah Renovasi 22 Stadion Sepak Bola di Seluruh Indonesia, termasuk Stadion Kanjuruhan
Lisensi Pelatih Seri A Sudah Rp 250 Jutaan, Dianggap Mahal tapi Ada Solusinya
Akhirnya Terkuak, Ini Angka Resmi Pengembalian Gelang Xyloband Coldplay di Jakarta!
Review Gadis Kretek: Ketika Jeng Yah Menerima, Tak Semua Rela Berjuang demi Cinta