PejuangKantoran.com - Hadirnya berbagai platform distribusi film yang semakin bervariasi, serta semakin meningkatnya minat masyarakat terhadap tontonan dan konten hiburan, memberi dampak signifikan terhadap perkembangan industri film Indonesia.
Secara spesifik, permintaan terhadap pekerja-pekerja kreatif di dunia perfilman menjadi sangat tinggi. Sayangnya, secara kuantitas atau jumlah, para pekerja film ini belum bisa mengakomodasi tingginya permintaan.
Di sisi lain, setiap tahunnya banyak bakat baru yang terus bermunculan dalam industri film.
Baca Juga: NewJeans Rebut 2 Piala Daesang di MAMA Awards 2023, BTS dan Members Masih Borong Banyak Piala
Melihat adanya dua fakta tersebut, Ifa Isfansyah selaku Direktur Jogja-NETPAC Asian Film Festival mencoba mengakomodasi supply and demand ini dalam JAFF Market, satu program baru yang diharapkan bisa menjadi solusi.
Sebagai program inisiasi, JAFF Market diharapkan bisa menjadi wadah bagi para sineas untuk mengembangkan, memamerkan, menemukan, mendanai, dan melisensi film independen bersama perusahaan pendanaan film serta rumah produksi film.
"JAFF NETPAC secara organik sudah menjadi hub antara pelaku profesional dan anak-anak muda. Di berbagai festival manapun, jika secara organik hub sudah terjadi, harus terciptakan hub atau ruang yang tersistematis.
“Hub yang bisa menciptakan pertemuan-pertemuan yang bisa mengembangkan industrinya. Itu bentuk kontribusi kita (JAFF NETPAC) ke industrinya," ujar Ifa Isfansyah, saat ditemui di perhelatan Focus Group Discussion (FGD) JAFF Market di Hotel Grand Kangen, Yogyakarta, Rabu (29/11/2023).
Sebagai acuan dalam menciptakan hub yang tersistematis, Ifa menyebutkan bahwa pola-pola tersebut bisa ditengok dari berbagai festival film internasional di dunia.
Festival-festival itu sudah lebih dulu memfasilitasi kebutuhan supply and demand ini dalam hub yang sistematis. Festival Film Cannes, Berlin, Busan, sudah memiliki hub semacam itu. Bahkan di Film Market Toronto.
"Jadi, penambahan hub di JAFF NETPAC ini wajar, karena sebenarnya ada contohnya yang bisa dilihat dari festival lain," tambah sutradara serial Gadis Kretek bersama Kamila Andini ini.
Baca Juga: Ingin Melakukan Career Switch dan Mencoba Bidang Pekerjaan Lain? Pikirkan Dulu Hal Ini!
Sebagai langkah awal pendirian JAFF Market, festival menyelenggarakan FGD program dan sistem market yang dihadiri berbagai instansi atau pembuat film terkait.
Sebut saja rumah produksi (Palari Film), managemen artis (Avatara), PFN, instansi penyedia teknologi film, hingga perwakilan festival lain yang telah dulu menggelar berbagai aktivitas dalam hub festivalnya.
Pelaksanaan presentasi program dan sistem ini dilakukan untuk memetakan kekuatan, kelemahan, peluang, dan tantangan, atau ancaman JAFF Market bagi perusahaan industri film.
Artikel Terkait
Berlatar Semarang Tahun 60-an, Panggonan Wingit Jadi Film Horor Ketiga Luna Maya dan Christian Sugiono
Apa Saja Bisnis Para Pemenang Masterchef Indonesia Selain Jadi YouTuber? Mampir, Yuk!
3 Hal Menarik Tentang Film 'Jatuh Cinta Seperti di Film-Film', Biar Nggak Kudet Saat Tayang 30 November
5 Kedai Kopi yang Nyaman buat Tempat Nugas dan Ketemu Klien di Area Cikarang
NewJeans dan SEVENTEEN Dipastikan Akan Tampil di Golden Disc Award 2024 di Jakarta
Cara Membuat Spotify Wrapped 2023 yang Lagi Happening di Media Sosial! Jangan Ketinggalan.
NewJeans Rebut 2 Piala Daesang di MAMA Awards 2023, BTS dan Members Masih Borong Banyak Piala