20.444 Pengunjung Hadiri Jogja-NETPAC Asian Film Festival ke-18. Siapa Pemenang Golden Hanoman?

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Senin, 4 Desember 2023 | 22:14 WIB
Siapa pemenang Golden Hanoman di Jogja-NETPAC Asian Film Festival ke-18 yang dihadiri 20.444 pengunjung? (Instagram @jaffjogja)
Siapa pemenang Golden Hanoman di Jogja-NETPAC Asian Film Festival ke-18 yang dihadiri 20.444 pengunjung? (Instagram @jaffjogja)

PejuangKantoran.com - Mengambil tema Luminescence, Jogja-NETPAC Asian Film Festival ke-18 (JAFF18) mencatat banyak rekor baru dibandingkan perhelatan tahun-tahun sebelumnya.

Kabar yang paling menggembirakan adalah, pengunjung yang ikut meramaikan Jogja-NETPAC Asian Film Festival mencapai 20.444 pengunjung selama 8 hari festival.

Ada lonjakan sebanyak 4000 pengunjung dibanding tahun lalu, jelas Ifa Isfansyah selaku Direktur Jogja-NETPAC Asian Film Festival.

Baca Juga: Ada 27 Hari Tanggal Merah di 2024, Ini Daftar Lengkap Libur dan Cuti Bersama 2024

Menurutnya, lonjakan tersebut merupakan pencapaian yang menggembirakan, menandakan industri film Asia terus bergeliat selama setahun terakhir.

“Kedewasaan JAFF yang memasuki tahun ke-18 ikut terasa melalui antusiasme penonton dan semua pesertanya tahun ini.

“Semoga semangat yang ditunjukkan oleh semua yang hadir dan berpartisipasi ikut menjadi penggerak gairah perfilman kita di tahun ke depan,” ujar Ifa Isfansyah, saat menghadiri pengumuman Pemenang JAFF18 di ARTOTEL Suites Bianti, Yogyakarta, Sabtu (2/12/2023).

Data menarik lainnya dari festival ini adalah, ada 205 film yang diputar selama festival. Ini termasuk film-film yang belum ditayangkan di bioskop seperti Women From Rote Island, Pemukiman Setan, juga 13 Bom di Jakarta.

Selain itu, ada 653 film yang mendaftar untuk mengikuti kompetisi, di mana ada 24 sutradara yang pertama kali membuat film, dan ada 33 sutradara wanita.

Selama delapan hari jalannya festival, lebih dari 3.000 peserta turut berpartisipasi dalam program non penayangan seperti kuliah umum, workshop, forum komunitas, maupun Film & Series Lab.

Program-program baru seperti Nocturnal, penayangan film-film di jam menjelang tengah malam atau midnight show, dan Special Events, seperti Rimpang Dilayarkan dan Dirayakan, serta penayangan lima video musik dari album terbaru Efek Rumah Kaca, mendapatkan sambutan luar biasa dari penonton JAFF18.

Baca Juga: Apa Itu Asam Sulfat yang Disebut Gibran Harus Dipenuhi Ibu Hamil? Padahal Ini Asam Berbahaya!

Penyelenggaraan Bioskop Bisik yang dimulai pada tahun lalu, kembali dihadirkan pada JAFF18 dengan menayangkan film Petualangan Sherina 2.

“Kami ingin selalu menjaga inklusivitas festival dan tahun ini kami kembali menghadirkan Bioskop Bisik untuk teman-teman buta dan tuli,” tutur Intan Nadya Maulida, Manajer JAFF.

Sebagai penutup festival, sebelum penonton menonton film penutup, komite dan tim juri juga mengumumkan para pemenang beberapa kategori dalam Jogja- NETPAC Asian Film Festival ke-18.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X