PejuangKantoran.com - Tidak seperti di Indonesia di mana perayaan Natal biasanya diadakan di tingkat keluarga, komunitas atau lembaga, orang Amerika punya tradisi Natal dengan mengadakan perayaan Natal secara pribadi.
Tuan rumah biasanya akan mengadakan perayaan Natal dan mengundang teman ke rumah. Meskipun begitu, saat ini tuan rumah bisa mengerti jika orang yang diundang menolak untuk hadir.
Penelitian di Amerika Serikat menemukan, orang sering merasa tidak enak menolak undangan perayaan Natal karena khawatir membuat tuan rumah kecewa. Namun ketakutan tersebut ternyata cenderung berlebihan.
Baca Juga: Hasil Autopsi Sudah Keluar, Ahli Jelaskan Penyebab Meninggalnya Matthew Perry dan Efek Akut Ketamin
"Tuan rumah mungkin akan menyadari bahwa kamu tidak datang padahal sudah diundang, tetapi mereka mungkin akan mempertimbangkan banyak alasan yang membuatmu tidak datang sehingga konsekuensi negatifnya tidak separah yang dipikirkan," tulis para peneliti.
Eksperimen penelitian yang dilakukan
Diterbitkan dalam “Journal of Personality and Social Psychology”, penelitian mengenai tradisi Natal ini dilakukan lewat lima eksperimen yang melibatkan lebih dari 2.000 partisipan.
Pada eksperimen pertama, 382 partisipan online dibagi menjadi dua kelompok. Satu kelompok diminta untuk membaca undangan dari seorang teman pura-pura untuk menghadiri pameran di museum lokal pada akhir pekan.
Mereka lalu membayangkan menolak undangan tersebut dengan menjelaskan bahwa mereka hanya ingin tinggal di rumah dan bersantai.
Beberapa peserta diberitahu bahwa mereka adalah beberapa gelintir orang yang diundang, sedangkan yang lain diberitahu bahwa ada beberapa undangan yang diberikan.
Mereka yang diundang kemudian diminta untuk menilai seberapa parah konsekuensi yang mungkin terjadi, yaitu:
Baca Juga: Jangan Percaya Saran Klise Ini Jika Ingin Sukses, karena Justru Bisa Bikin Kamu Merasa Gagal!
• Seberapa marahnya tuan rumah karena mereka tidak memenuhi undangan.
• Seberapa mungkin tuan rumah yang berpikir bahwa mereka tidak peduli dengan undangan tersebut.
• Sejauh mana mereka berpikir bahwa penolakan undangan tersebut akan membuat mereka menerima lebih sedikit undangan di lain waktu.
Lalu, kelompok lainnya diminta untuk berpura-pura menjadi tuan rumah dan menilai bagaimana perasaan mereka jika undangan yang diberikan tidak dipenuhi.
Hasilnya menunjukkan bahwa, terlepas dari jumlah orang yang diberitahu bahwa mereka telah diundang, mereka yang menolak undangan cenderung menilai reaksi yang lebih negatif terhadap reaksi tuan rumah.
Artikel Terkait
Pisau Tumpul Vs Pisau Tajam di Lomba Memasak, Siapakah Pemenangnya?
Memotong Daging dan Ikan dengan Pisau Tajam, Mana Lebih Sulit?
Jangan Tersinggung Dulu, Ini Alasan Kenapa Mie Lethek Disebut Mie Terjelek di Dunia
Pijak Bumi, Brand Sepatu Lokal Daur Ulang yang Dipakai Ganjar Pranowo Saat Debat Pertama Capres
Yes...! Lineup 2 Golden Disc Awards 2024 Sudah Diumumkan: Ada LE SSERAFIM, IVE, dan TXT!
Benarkah NONSTOP adalah Proyek Film Baru Iko Uwais bareng Jet Li, Ma Dong Seok, dan Tony Jaa?
Pengen Tahu Kiblat Pisau Tajam di Dunia, Simak Ini