PejuangKantoran.com - Berkat banyaknya film horor Indonesia yang diproduksi selama tahun 2023, market share film Indonesia sudah melebihi angka 50 persen. Artinya film Indonesia sudah meluas dan punya penggemarnya sendiri di tanah air.
Tahun 2024, film horor dipastikan akan lebih banyak lagi. Ini terlihat dari setidaknya empat film horor nasional yang sudah beredar di bioskop selama Januari.
Film horor yang diprediksi akan dengan cepat ditonton 1 juta penonton adalah Pemukiman Setan, karya sutradara Charles Gozali. Film ini rencananya tayang 25 Januari 2024 di bioskop.
Cerita film Pemukiman Setan ini sederhana tetapi menarik, tentang Alin (Maudy Effrosina), Gani (Bhisma Mulia), Fitrah (Daffa Wardhana), dan Zia (Ashira Zasmita) yang dengan alasannya masing-masing memutuskan menjadi maling dan mencuri di sebuah rumah tua.
Yang tidak mereka ketahui adalah, rumah tersebut jadi tempat tinggal setan dengan dendam besar. Setan itu akan membunuh siapapun yang masuk ke rumah tersebut.
Keempat sekawan itu berusaha dengan berbagai cara untuk bisa lolos dari kejaran Sukma yang terasuk setan berbahaya (Adinda Thomas), dan keluar dari rumah tersebut dengan bantuan Empu Urip (Teuku Rifnu Wikana).
Yang membuat film ini terasa berbeda dengan kebanyakan film horor Indonesia adalah dari keliaran sutradara Charles Gozali mengkreasikan adegan-adegan mencekam.
Di awal cerita, penonton langsung disuguhkan adegan slasher, lengkap dengan darah yang muncrat saat Mbah Sarap (Putri Ayudya) akan dieksekusi oleh warga yang murka.
Namun, pemilihan sudut kamera, warna sinema, suara, dan efek, ditambah dengan kematangan berakting Putri Ayudya, adegan mencekam itu tetap asyik ditonton atau tidak membuat penonton merasa jijik dan ngeri.
“Ide membuat horor seperti ini datang dari Daniel Irawan (produser kreatif). Industri film di Indonesia, yang begitu marak dengan horor, perlu sajian baru di genre horor,” ujar Charles Gozali saat konferensi pers Pemukiman Setan di Epicentrum XXI, Kuningan, Jakarta, Jumat (19/1/2024).
Baca Juga: Mahasiswa: Terima Duitnya, Jangan Pilih Kandidatnya
“Dia memberi tantangan ke saya dan Gea Rexy (penulis) untuk membuat film horor yang mengikuti maunya pasar yang lebih gore, lebih bloody tapi jangan jadi sadis.
“Jangan membuat penonton pulang dengan rasa gak enak. Mereka harus pulang dengan rasa senang. Menonton film horor saat ini kan, jadi semacam communal experience.
“Menonton beramai-ramai, ketawa-ketawa, teriak-teriak bareng. Hasilnya film ini yang semoga bisa menghadirkan sesuatu yang baru, memberi napas dan semangat baru di industri perfilman kita,” ujarnya.
Artikel Terkait
Terlalu Lama Kerja di Depan Komputer Buat Mata Jadi Lelah, Awas Computer Vision Syndrome!
Perusahaan Teknologi Finansial dan Unicorn Xendit PHK Karyawan, Sampai 200 Orang
Usai Debat Cawapres, Prabowo-Gibran Bertolak ke Yogyakarta untuk Sowan ke Sri Sultan Hamengku Buwono X
Prabowo Dapat Banyak Wejangan soal Masa Depan dan Teknologi dari Sri Sultan HB X di Yogyakarta
Masyarakat Yogyakarta Bikin Jalanan Macet, Berebut Salaman dan Foto Bareng Prabowo-Gibran
Botol Plastik Muhaimin Iskandar di Mata Gibran Rakabuming Raka
Apa yang Bikin Mahfud MD Emoh Jawab Pertanyaan Gibran soal Inflasi Hijau?