Mahasiswa: Terima Duitnya, Jangan Pilih Kandidatnya

photo author
Josephus Primus, Pejuang Kantoran
- Selasa, 23 Januari 2024 | 09:28 WIB
Ilustrasi. PPATK blokir rekening AKBP Achiruddin Hasibuan karena ada indikasi tindak pidana pencucian uang. (Freepik/ Kues)
Ilustrasi. PPATK blokir rekening AKBP Achiruddin Hasibuan karena ada indikasi tindak pidana pencucian uang. (Freepik/ Kues)

PejuangKantoran.com - Ada temuan menarik dari riset termutahir #PraxiSurvei edisi ketiga yang dipublikasikan ke media pada Senin, 22 Januari 2024.

Survei independen Praxis, agensi public relations dan public affair kali ini bertajuk "Aspirasi dan Preferensi Mahasiswa pada Pemilu 2024".

Topik #PraxiSurvei salah satunya adalah tentang politik uang atau money politics.

Bak menjadi kelaziman, di masyarakat muncul fakta para kandidat untuk lembaga legislatif maupun eksekutif membagi uang, maupun barang, ke banyak anggota masyarakat.

Tujuan praktik itu agar masyarakat penerima uang atau barang memberikan suara mereka dalam pentas pemilihan umum untuk keterpilihan pemberi uang.

Pada rakyat kebanyakan, politik uang macam ini dikenal dengan nama "serangan fajar".

Salah satu hasil #PraxiSurvei menunjukkan bahwa 42,96 responden mahasiswa akan menerima duit praktik money politics atau politik uang tapi jangan pilih kandidatnya.

1001

#PraxiSurvei memiliki 1001 responden mahasiswa dalam rentang usia 16-25 tahun.

Para mahasiswa responden berasal dari 34 provinsi di Indonesia.

Survei riset kuantitatif ini berlangsung pada 1-8 Januari 2024.

Praxis lantas menggandeng Election Corner Fisipol Universitas Gadjah Mada (UGM) untuk mengkaji temuan kuantitatif dengan riset kualitatif pada 15 Januari 2024.

Bentuk riset kualitatif ini adalah Focus Group Discussion atau FGD melibatkan 4 akademisi dan mahasiswa perwakilan dari Universitas Indonesia (UI), UGM, Universitas Mulawarman, dan Universitas Nusa Cendana.

"Fakta membuktikan praktik politik uang tak mampu memengaruhi pilihan mahasiswa," kata Director of Public Affairs Praxis PR Sofyan Herbowo.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Josephus Primus

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X