Bung Karno dan Inspirasi Persahabatan dari Ikan Koi di Blitar

photo author
Josephus Primus, Pejuang Kantoran
- Rabu, 31 Januari 2024 | 07:38 WIB
Bung Karno Penyambung Lidah Rakyat, Kanigoro, Blitar Regency (GOogle maps)
Bung Karno Penyambung Lidah Rakyat, Kanigoro, Blitar Regency (GOogle maps)

PejuangKantoran.com - Di masa-masa transisi pemerintahan Indonesia seperti ini, nama Presiden Pertama Republik Indonesia, Soekarno mengemuka kembali.

Soekarno, peraih gelar insinyur dari Institut Teknologi Bandung itu sekaligus menjadi satu dari dua proklamator berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia atau NKRI pada 17 Agustus 1945, bersama Muhammad Hatta.

Soekarno dan Hatta, pada masanya itu, acap disapa Bung, sebuah panggilan keakraban atau karib.

Menyebut Soekarno tentu selalu bersinggungan dengan Kota Blitar, kota peristirahatan terakhirnya.

Blitar terletak di bagian selatan dari Provinsi Jawa Timur.

Ada dua kota besar Jawa Timur yang mengapit Blitar.

Dari ibukota Jawa Timur, Surabaya, Kota Blitar berjarak 167 kilometer ke arah barat daya.

Sementara, Kota Blitar berjarak 80 kilometer dari barat Kota Malang.

Saat Bung Karno memerintah Indonesia di era 1960-an, ada kisah unik yang menjadi momentum bagi Blitar, bahkan hingga kini.

Pada 1960-an itu, pemerintah China dalam hubungan diplomasi kebudayaan dengan Indonesia memberikan kenang-kenangan persahabatan berupa ikan koi.

Ikan koi

Foto ilustrasi Hotel Santika. Foto ini adalah foto Hotel Santika Blitar yang tergabung dalam jaringan Santika Hotels & Resorts.
Foto ilustrasi Hotel Santika. Foto ini adalah foto Hotel Santika Blitar yang tergabung dalam jaringan Santika Hotels & Resorts. (PejuangKantoran.com/Hotel Santika)

Ikan koi pemberian pemerintah China itu sejatinya adalah ikan hias air tawar.

Ada yang menyebut bahwa ikan koi adalah hasil budidaya persilangan dengan ikan mas, sesama varietas ikan air tawar.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Josephus Primus

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X