PejuangKantoran.com - Denny Siregar Production kembali berkolaborasi dengan Maxima Pictures, kali ini untuk memproduksi film Kupu-kupu Kertas.
Kupu-kupu Kertas, yang berdurasi 1 jam 53 menit, mengusung genre romansa yang dibalut latar belakang sejarah Indonesia, yaitu pembantaian di Banyuwangi tahun 1965.
Alur cerita Kupu-kupu Kertas dimulai dengan kisah dua kekasih, Ning (Amanda Manopo) dan Ihsan (Chicco Kurniawan) yang saling jatuh cinta.
Sayangnya, percintaan mereka terbentur oleh ideologi masing-masing keluarga sangat bertolak belakang.
Ning berasal dari keluarga simpatisan PKI, sedangkan Ihsan adalah pemuda yang tumbuh dari kalangan organisasi Islam NU. Pada masa itu, hubungan antara NU dan PKI sedang tidak baik karena kerap terjadi pertikaian soal perebutan lahan.
Sebenarnya, pasangan ini tidak mempermasalahkan perbedaan di antara keluarga. Namun, perbedaan itu menciptakan konflik yang membuat Ning dan Ihsan sulit melanjutkan hubungan asmara mereka.
Puncak konflik terjadi ketika ayah Ning, Rekoso (Iwa K) bersama tangan kanannya, Busok (Reza Arap), membantai kakak Ihsan, Rasjid (Samo Rafael), bersama puluhan anak muda Ansor.
Untuk membalas kekejaman ini, Pasukan Gagak Hitam (yang dikenal sebagai organisasi di mana sebagian anggotanya berada dalam naungan partai NU) pun terus memburu Rekoso dan keluarga, termasuk Ning.
“Niatnya sih memang untuk memberikan edukasi kepada generasi muda bahwa kita pernah mengalami peristiwa paling kelam dalam sejarah,” ujar produser Denny Siregar, saat konferensi pers Kupu-kupu Kertas di Epicentrum XXI, Kuningan, Senin (29/1/2024).
Sadar bahwa peristiwa sejarah yang dipakai sebagai latar belakang cukup berat, Denny Siregar mengaku butuh pemain muda yang dikenal penonton untuk bisa menyampaikan pesannya.
“Peristiwanya kita sudah dapat. Idenya kita dapat. Yang paling sulit bagaimana menyampaikannya kepada generasi muda sekarang.
Baca Juga: Nasib 12 Shio di Tahun Naga Kayu: 5 Shio yang Bisa Jadi Kaya di 2024
"Karena itulah kenapa kita butuh Amanda Manopo, Chicco Kurniawan, Reza Arap, dan Iwa K,” tambahnya.
Artikel Terkait
Jalan-jalan Pakai Bus Kota Bangkok, Hati-hati Tersasar
Gibran: Semaju Apapun Sebuah Kota, Seni dan Budaya Tak Bisa Ditinggalkan
Soal Mundurnya Ahok, Nusron Wahid: Harusnya Sudah Mundur sebagai Komut Jauh-jauh Hari"
Malam Minggu, Prabowo Hadiri Festival Negeri Elok Gelaran Putranya, Didit Hediprasetyo
Dugaan Manipulasi Pesan Menjelang Pemilu 2024 Mengemuka, Apa Saja?
Solusi Wujudkan Indonesia Emas: SDM dan Sistem Pendidikan Harus Kuat
Ada Dugaan Prakondisi Beri Jalan Gibran demi Pemilu 2024, Jauh sebelum Putusan MK