Soal Mundurnya Ahok, Nusron Wahid: Harusnya Sudah Mundur sebagai Komut Jauh-jauh Hari"

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Sabtu, 3 Februari 2024 | 20:18 WIB
Ahok acungkan pose salam metal tiga jari pada Konser Salam Metal 03 Menang Total di GBK, Senayan, Sabtu, 3 Februari 2024. (Instagram @tpnganjarmahfud)
Ahok acungkan pose salam metal tiga jari pada Konser Salam Metal 03 Menang Total di GBK, Senayan, Sabtu, 3 Februari 2024. (Instagram @tpnganjarmahfud)

PejuangKantoran.com - Mantan Gubernur DKI Jakarta yang kini menjadi politisi PDI Perjuangan, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mundur sebagai Komisaris Utama Pertamina pada Jumat (2/2/2024).

Kabar tersebut disampaikan Ahok lewat akun instagramnya dengan mengunggah foto dirinya bersama bukti tanda terima surat pengunduran dirinya. Setelah itu, Ahok berniat untuk ikut mengkampanyekan Ganjar Mahfud.

”Dengan ini saya menyatakan mendukung serta akan ikut mengkampanyekan Pasangan Calon Presiden Ganjar Pranowo dan Mahfud MD. Hal ini agar tidak ada lagi kebingungan terkait arah politik saya. Merdeka! Merdeka! Merdeka!” tulis Ahok.

Baca Juga: Gibran: Semaju Apapun Sebuah Kota, Seni dan Budaya Tak Bisa Ditinggalkan

Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo Gibran, Nusron Wahid menanggapi santai peristiwa Ahok mundur sebagai Komisaris Utama Pertamina untuk ikut mengkampanyekan Paslon nomor urut 3, Ganjar Mahfud.

Menurut Nusron Wahid, semua pihak harus menghormati pilihan politik dari mantan Bupati Belitung Timur tersebut.

“Saya kenal dan bersahabat dengan Ahok. Wong saya dulu yang membela dia. Namun soal beda pilihan politik ini adalah hal yang wajar. Itu hak masing-masing. Mungkin suatu saat sama-sama lagi, tidak ada yang tahu,” ujar Nusron Wahid.

Nusron mengatakan, tidak ada peristiwa politik baru dalam hal Ahok mundur sebagai Komisaris Utama Pertamina.

“Bagi saya, mundurnya Ahok jadi Komut Pertamina itu hal biasa. Bukan peristiwa politik, tapi peristiwa bisnis. Kalau Ahok akhirnya mundur untuk berkampanye, ya wajar karena dia memang politisi, anggota parpol,” jelas Nusron kepada wartawan di Jakarta, Sabtu (3/2/2024).

”Ahok juga sudah sampaikan dukungan ke Ganjar sejak Oktober, awal daftar. Jadi semua orang sudah tahu. Mungkin karena sekarang lagi tren mundur di sana, ya sekalian mundur untuk ikut kampanye. Tidak ada yang salah,” lanjut  Nusron.

Baca Juga: Konsisten Angkat Isu Konservasi Budaya, Prabowo Gibran akan Upayakan Dana Abadi Kebudayaan

Jika mundurnya Ahok hendak diklaim sebagai etika pemisahan jabatan negara dan politik, Nusron menyebut Ahok seharusnya sudah mundur sebagai Komut jauh-jauh hari.

“Sudahlah, kita berpegang sama hukum yang ada. Kalau memang mau dipisahkan, misalnya politik dan profesional,  Ahok harusnya sudah mundur dari Komut sejak ikut aktivitas politik dan partai,” jelasnya. 

“Kalau untuk konteks Pilpres 2024, mundurnya minimal sejak awal menyatakan diri dukung Ganjar. Ini kan tidak, ini baru sekarang. Sudah mau maghrib.

“Di sini banyak lo, yang melepas jabatan dari awal untuk ikut bergabung (TKN Prabowo Gibran), tapi nggak jadi berita. Biasa saja,” lanjutnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X