Siap Tayang Hari Kedua Lebaran, Siksa Kubur Ternyata Dikembangkan dari Film Pendek Grave Torture

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Minggu, 7 April 2024 | 07:46 WIB
Film Siksa Kubur ternyata dikembangkan dari film pendek Grave Torture yang dibuat atas permintaan produser Hollywood. (IMDb)
Film Siksa Kubur ternyata dikembangkan dari film pendek Grave Torture yang dibuat atas permintaan produser Hollywood. (IMDb)

PejuangKantoran.com - Film Siksa Kubur merupakan film horor religi pertama Joko Anwar. Yang menarik, film ini sebenarnya berkaitan dengan film pendek berdurasi 7 menit yang pernah dibuat Joko Anwar pada tahun 2012.

Film pendek berjudul Grave Torture itu dibuat atas permintaan produser Hollywood Justin Lin dan Baron Davis yang hingga sekarang masih bisa ditonton melalui akun YouTube kedua produser tersebut.

Baca Juga: Dikerjain Habis-habisan di Film Horor Siksa Kubur, Christine Hakim Sebut Joko Anwar Sinting

Sedangkan ide cerita film panjang Siksa Kubur merupakan pengembangan cerita dari Grave Torture.

“Film Grave Torture saya buat bersama Tia Hasibuan pada tahun 2012 untuk beberapa filmmaker di US, di mana mereka masih punya satu program di psycho channel untuk menayangkan karya-karya sutradara dari Asia.

“Ternyata penontonnya banyak, dan kami menganggap tema film itu merupakan isu penting sehingga kami mencari cara bagaimana mengangkatnya menjadi film panjang.

“Cerita Siksa Kubur ini terwujud karena ada peristiwa yang terjadi di film pendeknya. Jadi, keduanya erat hubungannya,” terang sutradara kelahiran Medan, 3 Januari 1976 itu.

Baca Juga: Intip Cerita Keseruan Di Balik Pembuatan Film Siksa Kubur, Film Horor Religi Pertama Joko Anwar

Siksa Kubur memang banyak menampilkan unsur Islami seperti dunia pesantren dan ajaran tentang siksa kubur. Namun jika dilihat dari keseluruhan cerita, tema filmnya sebenarnya cukup universal.

Secara garis besar, tema yang diangkat adalah tentang bagaimana seseorang menyikapi tragedi atau trauma yang dialaminya.

Apakah ia bisa mengikhlaskan dan berserah pada Tuhan, atau justru terjebak dalam situasi mempertanyakan dan secara ekstrim menolak mengakui keberadaan Tuhan.

Pilihan yang terakhir ini tentu saja memiliki konsekuensi yang mengerikan. Respons serta konsekuensi pilihan itulah yang diperlihatkan Joko Anwar melalui tokoh Sita (Faradina Mufti) dan Adil (Reza Rahadian).

Baca Juga: Perang Batin yang Dialami Faradina Mufti Saat Dipercaya Jadi Pemeran Utama di Siksa Kubur

Sebagai tokoh utama, Sita mengalami trauma setelah menyaksikan kedua orangtuanya terbunuh di depan matanya sendiri.

Orangtua Sita tewas akibat bom bunuh diri yang dilakukan orang lain, yang ironisnya sempat masuk ke toko roti keluarganya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X