Mengapa Candi Borobudur Jadi Tujuan Peziarah dari Asia Tenggara saat Hari Raya Waisak?

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Rabu, 22 Mei 2024 | 22:50 WIB
Para Bhikkhu melakukan ziarah Thudong di Candi Borobudur.  Mengapa candi ini menjadi tujuan para peziarah dari Asia Tenggara? (Dok Facebook Cetiya Panna Sikkha)
Para Bhikkhu melakukan ziarah Thudong di Candi Borobudur. Mengapa candi ini menjadi tujuan para peziarah dari Asia Tenggara? (Dok Facebook Cetiya Panna Sikkha)

Saat pengunjung mendaki dari tingkat ke tingkat, mereka dipandu oleh cerita dan kebijaksanaan dari 504 patung Buddha dan 2.672 relief yang mengisahkan ajaran hidup dan perjalanan Buddha menuju pencerahan.

Pengambilan Api Dharma

Menjelang puncak perayaan Waisak, ribuan umat Buddha dari Indonesia dan Asia Tenggara umumnya akan berkumpul di Candi Borobudur untuk mengikuti rangkaian ritual dan upacara.

Baca Juga: Program Magang Bersertifikat Kebudayaan di Ditjen Kebudayaan Dibuka Lagi, Simak Cara Mendaftarnya!

Serangkaian kegiatan yang akan dilakukan antara lain bhakti sosial, pengobatan gratis, dan pengambilan Api Dharma di Mrapen, Manggarmas, Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah.

Menurut panitia pelaksana puja pengambilan Api Abadi Mrapen, Gunawan, Api Dharma yang diambil dari Mrapen ini akan dibawa ke Candi Mendut.

Perayaan Tri Suci Waisak yang berpusat di Candi Borobudur akan berlangsung pada Kamis, 23 Mei 2024 pukul 20:52:42.

“Selain itu, ada juga pelepasan sekitar 2.568 lampion yang akan memenuhi langit Borobudur di Lapangan Marga Utama Candi Borobudur,” kata Gunawan.

Baca Juga: 4 Hal Tidak Terduga yang Biasa Terjadi pada Tahun Pertama Menjalankan Bisnis Sendiri

Festival Lampion Borobudur tersebut akan berlangsung pukul 19.00 hingga 22.30, yang menandai penutup dari rangkaian perayaan Hari Raya Waisak 2568 BE di Candi Borobudur.

Perlu diketahui, lampion-lampion yang akan dilepaskan tersebut terbuat dari material ramah lingkungan. Dengan demikian, lampion akan habis terurai di langit dan tidak menyisakan limbah.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: Kemenag, National Geographic, Bernama, Kompas.com

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X