Ini Alasan Kenapa Rizal Mantovani Mau Menyutradarai Film Jurnal Risa

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Rabu, 19 Juni 2024 | 16:23 WIB
Rizal Mantovani kembali hadir dalam film Jurnal Riza, yang dikemas sebagai mockumentary. (MD Pictures)
Rizal Mantovani kembali hadir dalam film Jurnal Riza, yang dikemas sebagai mockumentary. (MD Pictures)

PejuangKantoran.com - Sebagai sutradara yang memulai karirnya sebagai sutradara film panjang pada 1998, Rizal Mantovani tentu saja sudah mengarahkan berbagai genre film.

Namun, ketika ditawari untuk menyutradarai film Jurnal Risa, pria kelahiran Jakarta, 12 Agustus 1967, ini langsung tertarik. Ia merasa tertantang untuk mengarahkan dengan gaya yang belum pernah ia coba, yaitu mockumentary

“Yang bikin saya excited ya jenisnya, mockumentary. Kalau biasanya set up camera, wide shot, medium, dan oke, close up, jangan lupa. Kalau ini tidak.

Baca Juga: Sebagian Besar Pencari Kerja Ternyata Berbohong atau Berbuat Curang Selama Proses Rekrutmen

"Kamera satu. Ada lagi satu pasang seperti CCTV, satu lagi di mana, dan saya mencoba mengejar. Saya dan Pak Yadi Sugandi DOP (director of photography) kami, mencoba mengejar momen.

"Nah, karena cara baru, ini membuat saya excited!” aku Rizal Mantovani, saat konferensi pers Jurnal Risa di kawasan Senen, Jakarta Pusat, Rabu (12/6/2024).

Ini adalah gaya penyutradaraan film yang menggabungkan mock (model presentasi visual) dan dokumenter. Jenis film yang menggambarkan sebuah peristiwa, tetapi disajikan dalam format dokumenter.

Menurut Rizal, konsep ini cocok dengan film produksi MD Pictures yang rencananya akan beredar di seluruh bioskop pada 11 Juli 2024, karena mengacu pada konsep tayangan Jurnal Risa di Youtube. 

“Mockumentary ini diibaratkan ada satu tim dokumenter meliput sebuah topik tertentu. Kesulitannya di pengambilannya.

"Saya harus masuk jadi seorang dokumenter yang meliput kejadian. Bukan seorang sutradara yang baca dan mengikuti skrip.

"Jadi, pengambilan gambarnya tidak bisa disiapkan. Gerakan menangkap momen yang tiba-tiba datang itu yang saya coba. Jadi, bukan kita yang bersama momen. Kameranya justru mengejar momen!” tukasnya.

Cerita horor yang diangkat dalam film ini juga berdasarkan pengalaman pribadi Risa Saraswati bersama keluarganya sendiri.

Baca Juga: Banyak yang Mau Kerja di Amerika, Tapi Hati-hati, Kota Ini Ternyata Jadi Kota Terburuk untuk Memulai Karier

Hal ini tentunya akan menambah rasa percaya bahwa ini benar sebuah dokumenter, saat penonton menyaksikan filmnya.

“(Waktu) Ngobrol dengan Risa, saya fokus pada cerita sosok ghaib-nya, karena ini kan cerita yang benar terjadi dalam keluarganya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X