PejuangKantoran.com - Ketika sedang menonton film, seringkali kita menebak-nebak jalan ceritanya. Kita berharap si A jadian dengan si B, atau si C membuat keputusan yang lebih baik dengan si D.
Nah, bagaimana jika setiap kali kamu menonton film, hasilnya berbeda? Itulah ide di balik film generatif, sebuah genre baru yang mulai dicoba oleh beberapa pembuat film.
Idenya adalah menggunakan AI untuk mencampur adegan dan membuat versi berbeda dari film yang sama setiap kali diputar.
Baca Juga: Koleksi Busana Diane von Furstenberg Dibuat dari Serat Ramah Lingkungan
Sejauh ini, baru ada beberapa film yang dibuat seperti ini. Yang terbaru adalah film dokumenter berjudul Eno (2024). Film ini adalah “dokumenter generatif” yang dirancang untuk membawa penonton menyelami lebih dalam karir ikon industri musik legendaris Brian Eno.
Musisi asal Inggris tersebut dikenal sebagai produser David Bowie, U2, Talking Heads, dan banyak lainnya. Ia memelopori genre musik ambient; dan merilis lebih dari 40 album solo dan kolaborasi.
Dalam film generatif ini Brian Eno mengungkapkan proses kreatifnya yang inovatif selama hampir 50 tahun, kecintaannya pada alam, pendekatan uniknya, dan filosofinya tentang kreativitas dan seni.
Sutradara Gary Hustwit mengkurasi dan mengedit wawancara baru dan materi yang belum pernah dirilis sebelumnya menjadi ratusan adegan, tetapi secara acak hanya memilih lusinan untuk dijadikan tontonan.
Yang menarik adalah tidak seorang pun akan pernah menonton film yang sama seperti kita, kecuali mereka menontonnya langsung di ruangan yang sama.
Film dokumenter generatif ini akan dirilis sekitar tahun ini. Hustwit mengatakan bahwa film tersebut memiliki 52 triliun variasi yang menakjubkan.
Baca Juga: Sebagian Besar Pencari Kerja Ternyata Berbohong atau Berbuat Curang Selama Proses Rekrutmen
Saat menontonnya pertama kali, kamu mungkin teringat bahwa Eno mengucapkan sesuatu, lalu ingin mendengarnya kembali.
Tetapi saat kamu memutar ulang adegan tersebut, ternyata adegan itu sudah berubah bahkan jika kamu menonton film itu belasan kali lagi.
Manusia terus-menerus mengubah ingatannya, menambahkan adegan-adegan baru, dan membuat hubungan-hubungan baru. Dengan setiap perombakan, ada kisah berbeda tentang diri kita. Cara kerja Eno adalah seperti itu.
Artikel Terkait
Long Weekend, Jangan Lupa Ke PRJ! Tetap Buka Saat Idul Adha
Vietjet Raih Penghargaan Best Ultra Low-cost Airline dari Airline Ratings
Memahami Etos Kerja Gen Z yang Sering Dianggap Pemalas dan Ogah Kerja Keras
Lowongan Kerja Manager Copywriter di Klinik Bayi Tabung Morula IVF Indonesia
22% Konsumen Indonesia Bersedia Membeli Barang Preloved, Khususnya Pakaian dan Sepatu
Mirles Buka Lowongan Audisi Film Musikal Rangga & Cinta, Cek Syaratnya di Sini!
Banyak yang Mau Kerja di Amerika, Tapi Hati-hati, Kota Ini Ternyata Jadi Kota Terburuk untuk Memulai Karier