Luar biasa, membayangkan sebuah film bisa memiliki begitu banyak versi berbeda, dan semua versi itu akan dibuat oleh AI setiap kali filmnya dimulai.
Tentu saja ada beberapa implikasi yang sangat besar di sini. Namun sepertinya penggunaan AI semacam ini tidak akan berfungsi pada jenis film lain.
Namun, film dokumenter seperti Eno, yang sebagian besar berhubungan dengan wawancara dan klip, mungkin memiliki lebih banyak ruang gerak.
Film Eno juga bisa terjadi karena sangat sedikit orang yang menjalani kehidupan dengan rentang, durasi, dan konten rekaman sebanyak Brian Eno. Jika Eno berhasil dirampungkan, hal itu karena sosok sang musisi yang luar biasa.
Baca Juga: Ini Alasan Kenapa Rizal Mantovani Mau Menyutradarai Film Jurnal Risa
Yang pasti ada daya tarik tersendiri di balik pembuatan sesuatu yang unik dan menarik untuk membantu menyoroti ikon revolusioner dalam industri musik.
Meskipun demikian, masih ada kekhawatiran yang semakin besar mengenai peran AI dan film generatif secara keseluruhan dalam industri film di masa depan.
Sejauh ini sih, tanggapan terhadap film dokumenter tersebut terima dengan baik. Toh, hanya waktu yang akan membuktikan seberapa jauh pengaruh AI dalam industri film, dan apakah itu hal yang baik atau tidak.
Artikel Terkait
Long Weekend, Jangan Lupa Ke PRJ! Tetap Buka Saat Idul Adha
Vietjet Raih Penghargaan Best Ultra Low-cost Airline dari Airline Ratings
Memahami Etos Kerja Gen Z yang Sering Dianggap Pemalas dan Ogah Kerja Keras
Lowongan Kerja Manager Copywriter di Klinik Bayi Tabung Morula IVF Indonesia
22% Konsumen Indonesia Bersedia Membeli Barang Preloved, Khususnya Pakaian dan Sepatu
Mirles Buka Lowongan Audisi Film Musikal Rangga & Cinta, Cek Syaratnya di Sini!
Banyak yang Mau Kerja di Amerika, Tapi Hati-hati, Kota Ini Ternyata Jadi Kota Terburuk untuk Memulai Karier