PejuangKantoran.com - Saham Airbnb anjlok hingga 14% dalam perdagangan hari Selasa (6/8/2024) setelah jam kerja, setelah mengalami kuartal kedua dengan hasil laba yang mengecewakan.
Layanan online untuk menyewa atau menyewakan tempat menginap yang didirikan Brian Chesky pada 2008 itu menunjukkan sinyal masalah karena melihat permintaan dari para pelanggannya di AS mulai melambat.
Kabarnya, banyak wisatawan dalam beberapa bulan terakhir beralih ke hotel dan motel yang sudah teruji untuk masa liburan mereka.
Baca Juga: Lowongan Kerja Sebagai Assistant Producer di Beautyhaul, Buruan Coba!
Perusahaan gagal memenuhi ekspektasi analis dengan laba hanya 86 sen per saham, sedangkan yang diharapkan adalah 92 sen.
Meskipun pendapatan Airbnb naik 11% dari tahun ke tahun, laba bersih Airbnb anjlok menjadi $555 juta. Artinya, turun 15% dari $650 juta yang dilaporkan pada kuartal yang sama tahun lalu.
Airbnb memperingatkan bahwa kecenderungan wisatawan AS untuk menginap di rumah-rumah sudah mulai berkurang. Tren perjalanan kini bergeser kembali ke cara yang lebih klasik: Hotel.
Perusahaan yang bermarkas di San Francisco, AS, itu mengatakan bahwa mereka mengalami “waktu tunggu pemesanan yang lebih singkat secara global”, selain kecenderungan melambatnya permintaan dari tamu-tamu di AS.
Namun, salah satu sektor Airbnb tengah mendapatkan momentum karena perusahaan mengklaim pengguna memesan 125,1 juta “Nights and Experiences”, yang merupakan hasil kuartal kedua tertingginya.
“Kami melihat pertumbuhan berkelanjutan di semua wilayah dibandingkan dengan Q2 2023, di mana Asia Pasifik dan Amerika Latin kembali memimpin,” kata Airbnb dalam suratnya kepada para pemegang saham.
Baca Juga: Kenapa Butuh Surat Keterangan Kerja untuk Ajukan KPR?
Airbnb juga mengklaim telah menghapus lebih dari 200.000 daftar (tempat menginap) berkualitas rendah sejak meluncurkan “sistem kualitas” tahun lalu.
Semakin banyak warga Amerika yang kembali menginap di hotel saat liburan, apa lagi setelah bulan lalu terungkap bagaimana banyak pemilik rumah yang ternyata memasang kamera tersembunyi untuk merekam aktivitas para tamu.
Bisa jadi, ini salah satu penyebab saham Airbnb anjlok.
Pada tahun 2020, CEO Airbnb Brian Chesky mengklaim, “Perjalanan seperti yang kita tahu sudah berakhir dan tidak akan pernah kembali.” Saat itu, virus corona tengah melanda dan orang memilih untuk diam di rumah.
Artikel Terkait
Daftar Warisan UNESCO Terbaru, Ada 24 Situs yang Ditambahkan
Beasiswa Chevening Dibuka Mulai Selasa, 6 Agustus 2024, Cek Syarat Mendaftarnya Di Sini!
4 Alasan Mengapa Atlet Bisa Menjadi Karyawan yang Lebih Baik, Lihat Saja Buktinya!
Perempuan yang Media Sosialnya Di-Private dan Jarang Posting Biasanya Memiliki 8 Ciri Ini
15.000 Karyawan Terdampak PHK di Intel, CEO: “Hari-Hari Menyakitkan tetapi Lebih Sulit akan Datang”
"Cara Kantor Nanganin PHK Kok Sus Banget, Ya?" Kenali Gaya Bahasa Gen Z di Tempat Kerja
Bukan Cuma Uang Tunai, Atlet Peraih Medali Olimpiade Juga Mendapat Beragam Hadiah Lain