“Mereka memantau perusahaan kita. Melihat data perusahaan, karena jika tidak seperti itu bagaimana mereka bisa mengkurasinya hingga akhirnya mau memberikan IP-nya kepada kita?
“Dilihat juga sampai ke aktor (yang akan memerankannya), lalu kita mau membawanya (IP Pee Mak) seperti apa, sampai sutradaranya siapa,” ujarnya.
Setelah di-approved, pihak GTH sebenarnya tidak memberi target pencapaian agar bisa sesukses versi aslinya. Namun, bagi Erica, hal itu perlu dilakukan untuk membuktikan bahwa kepercayaan yang mereka berikan tidak salah.
Baca Juga: Hindari Bertanya tentang Work Life Balance saat Wawancara Kerja, Ternyata Ini Penyebabnya!
“Dari mereka sih tidak ada, tapi dari kita -pastinya- yang namanya me-remake, mengadaptasi film yang masih nomor satu di Thailand itu adalah satu pemikiran yang sangat besar, bold move lah, untuk kita bisa berani.
“As a creative leader kan harus berani memulai. Kalau tidak ada yang berani memulai, industri kita tidak maju-maju. Kita cuma ambil aman saja dan harusnya tidak seperti itu!” tukas Erica.
Kang Mak from Pee Mak disutradarai Herwin Novianto, dan dibintangi oleh Vino G. Bastian, Marsha Timothy, Tora Sudiro, Aming Sugandhi, Andre Taulany, hingga Jirayut. (Syanne Susita)
Artikel Terkait
Terinspirasi Kisah Nyata, Kuasa Gelap Hadirkan Jerome Kurnia sebagai Pastor Eksorsisme
Tinggal 2 Hari, Lowongan Kerja Program Magang LBJR Jasa Raharja 2024 Sudah Dibuka
10 Desain Paspor Tercantik di Dunia (termasuk Indonesia), Coraknya Terlihat saat Terpapar Sinar Ultraviolet!
Mau Tahu Cara Mendaftar Seleksi CPNS 2024? Nih Catat Berkas-berkas yang Diperlukan!
Lowongan Kerja Jadi Jurnalis di BBC World Service
Waspada Gempa Megathrust di Indonesia, Ini Survival Bag yang Perlu Dipersiapkan
CEO Starbucks Brian Niccol Bakal Diantar Jet Perusahaan Tiap Berangkat Ke Kantor Seattle