Pejuangkantoran.com Masalah pangan adalah masalah yang tidak pernah akan bisa lepas dari kehidupan manusia. Karena manusia itu butuh pangan untuk terus hidup.
Kebutuhan pangan pasti akan berkorelasi dengan penyediaannya. Tentu saja pemerintah pasti akan berusaha menjaga ketersediaan pangan dengan baik.
Namun tidak ada salahnya, kamu juga proaktif untuk menyediakannya secara mandiri. Cukup dengan menyediakan bahan-bahan non pokok seperti sayuran atau buah-buahan dengan menanamnya secara mandiri.
Yang jadi pertanyaan, kan tidak semua orang punya lahan untuk bercocok tanam? Jawabannya adalah urban farming.
Urban farming adalah istilah untuk menggambarkan kegiatan bercocok tanam atau beternak secara mandiri di perkotaan.
Kegiatan ini biasanya memanfaatkan lahan yang terbatas, seperti halaman atau ruangan terbuka kosong di rumah atau sekitar rumah (komplek).
Baca Juga: Seharian Kena Polusi Udara di Jalanan, Ini Makanan Sehat Biar Kamu Enggak Cepat Tua!
Aneka Manfaat Urban Farming
Urban farming menjadi salah satu tren berkebun yang mulai banyak ditekuni di Indonesia. Kegiatan ini mulai digemari banyak orang pascapandemi COVID-19.
Ini karena saat pandemi banyak masyarakat menyadari pentingnya kesehatan dengan mengonsumsi makanan-makanan sehat. Bercocok tanam urban farming lebih memungkinkan kamu untuk mengelolanya secara organik.
Tak hanya sehat jasmani, namun urban farming juga bisa ‘menyehatkan’ dompet kamu. Kamu bisa menghemat pengeluaran dengan memetik dan mengonsumsi sayuran hasil panen sendiri di rumah.
Bahkan hasil dari urban farming ini pun bisa mensejahterakan keluarga
Menariknya lagi, dari segi lingkungan, urban farming dapat membantu menambah ruang hijau di perkotaan yang kental dengan polusi.
Dengan kata lain, urban farming, walaupun kecil, namun turut berkontribusi dalam mengurangi dampak pemanasan global.
Artikel Terkait
Mengapa Batalyon TNI Selalu Didorong Menggarap Lahan Kosong untuk Pertanian?
Prabowo: Indonesia Tak Perlu Takut dengan Siapapun Jika Pangan dan Energi Terjamin
Memperingati Hari Pangan Sedunia 2024, Masih Ada 733 Juta Orang Kelaparan di Dunia