Investasi Dengan Barang Koleksi Lakukan Dengan Hati-Hati. Ikuti Saran-Saran Berikut Ini!

photo author
Sigit Triwahyu, Pejuang Kantoran
- Rabu, 6 November 2024 | 16:08 WIB
Ilustrasi tentang investasi dengang barang koleksi harus hati-hati. (Screen shoot IG @labubuofficial)
Ilustrasi tentang investasi dengang barang koleksi harus hati-hati. (Screen shoot IG @labubuofficial)

Pejuangkantoran.com Bagi kamu yang punya hobi tertentu, terkadang menjumpai item-tem tertentu yang terkait hobi tersebut adalah colector’s item alias barang koleksi. Barang ini tak barang nilainya menjadi berlipat-lipat dari harga beli semula.

Contoh paling baru adalah boneka Labubu. Boneka yang mirip kelinci ini tidak terkenal sama sekali hinggaLisa dari Blackpink memakainya sebagai aksesoris.

Karena itu, Labubu menjadi sangat dicari oleh kolektor seluruh dunia. Dan ketika ada koleksi yang langka dan sangat dicari, biasanya harganya akan meroket naik.

Tak hanya bonek Labubu, barang-barang hobi lain juga ada yang punya potensi naik berkali lipat disbanding harga aslinya. Misal, die-cast Hotwheels tertentu yang memang diproduksi terbatas, harga bisa 5 kali lipat dari harga aslinya.

Yang juga umumnya akan naik harganya adalah memorabilia olah raga, misal dari olah raga basket, olah raga bisbol, sepakbola, dan sebagainya. Pernak-pernik seperti jersey, bola, topi pemain tertentu biasanya harganya akan naik berlipat setelah tersimpan cukup lama.

Apalagi jika ada tanda tangan asli pemain tersebut di benda-benda tersebut. Bagi sebagian orag, benda-benda koleksi (collectors items) semacam ini dianggap sebagai investasi.

Di acara reality shown Pawn Stars, cukup sering ditemukan collectors item yang harganya sangat fantastis. Padahal, tak jarang benda itu milik kakek/nenek buyut mereka dan tersimpan lama di gudang rumah warisan.

 Baca Juga: Gen Z Mulai Sadar Investasi, Simak Tips Cerdas Investasi Properti Berikut Ini

Benarkah Bisa Jadi Investasi?

Namun, apakah benar collectors items itu bisa jadi investasi? Menurut Forbes.com idealnya, barang koleksi harus membangkitkan minat kolektor. Artinya, ada keterkaitan antara satu barang dengan orang tertentu.

Misal, kartu bisbol Babe Ruth yang asli kemungkinan akan jauh lebih berharga bagi seseorang yang menyukai bisbol dan mengoleksi kartu olahraga antik daripada seseorang yang tidak peduli dengan sejarah olahraga tersebut.

Nostalgia juga berperan dalam nilai barang koleksi. Siklus nostalgia cenderung muncul dalam gelombang 20 hingga 30 tahun.

Artinya, sesuatu yang populer saat ini, seperti pakaian atau mainan koleksi, berpotensi menjadi barang koleksi 20 atau 30 tahun ke depan karena orang-orang ingin berhubungan kembali dengan masa lalu mereka.

Namun, tidak ada cara yang pasti untuk membuat portofolio barang koleksi. Jadi jika kamu ingin memulai berinvestasi dalam seni dan barang koleksi, lakukan dengan hati-hati. Ikuti saran-saran berikut ini:

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Sigit Triwahyu

Sumber: forbes.com, Britannica.com, Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X