Mengasah Pisau, dari Hobi dan Kebutuhan, Terbitlah Cuan

photo author
Josephus Primus, Pejuang Kantoran
- Rabu, 13 Desember 2023 | 12:25 WIB
Ilustrasi rangkaian pisau pemotong daging sapi pada lomba kuliner. Prinsip utama, jangan membawa pisau yang tidak tajam ke turnamen memasak kuliner. (Pejuang kantoran.com/Josephus Primus)
Ilustrasi rangkaian pisau pemotong daging sapi pada lomba kuliner. Prinsip utama, jangan membawa pisau yang tidak tajam ke turnamen memasak kuliner. (Pejuang kantoran.com/Josephus Primus)

PejuangKantoran.com - Pisau tajam apalagi pisau majal atau pisau tumpul memerlukan pengasah pisau agar dapat berfungsi mumpuni, juga untuk aktivitas memasak kuliner.

Mengasah pisau majal atau pisau tumpul menjadi tajam, faktanya, menjadi inspirasi yang diwujudkan oleh Technical Director Katto Hermanto Tan.

Mengasah pisau yang awalnya dari hobi dan kebutuhan, terbitlah cuan di tangan dingin Hermanto Tan.

Foto ilustrasi chef atau juru masak memotong daging sapi australia. Profesi chef atau juru masak bukanlah profesi dengan pencapaian instan. Butuh waktu 10 tahun menjadi chef terbaik.
Foto ilustrasi chef atau juru masak memotong daging sapi australia. Profesi chef atau juru masak bukanlah profesi dengan pencapaian instan. Butuh waktu 10 tahun menjadi chef terbaik. (Pejuang kantoran.com/Josephus Primus)

"Kami mengasah pisau menjadi pisau tajam semua merek di kompetisi memasak dan butchery MLA ini," ucap Technical Director Katto Hermanto Tan pada Kamis dua pekan lalu di Hotel Raffles Jakarta.

Pada ajang kompetisi memasak dan butchery MLA atau Meat & Livestock Australia, imbuh Hermanto Tan, Katto memang menjadi salah satu sponsor.

"Kami tidak memproduksi pisau tapi mengasah pisau atau menajamkan pisau dengan pengasah pisau produk kami Katto," tutur Hermanto Tan.

Mengasah pisau majal atau pisau tumpul menjadi pisau tajam

Kata Technical Director PT Katto Asa Indonesia Hermanto Tan, di dalam lomba kuliner, termasuk kuliner berbahan baku daging sapi australia, peserta jangan pernah membawa pisau tumpul. Katto menjadi penyedia pengasah pisau pada lomba kuliner daging sapi australia oleh Meat & Livestock Australia.
Kata Technical Director PT Katto Asa Indonesia Hermanto Tan, di dalam lomba kuliner, termasuk kuliner berbahan baku daging sapi australia, peserta jangan pernah membawa pisau tumpul. Katto menjadi penyedia pengasah pisau pada lomba kuliner daging sapi australia oleh Meat & Livestock Australia. (PejuangKantoran.com/Josephus Primus)

Lebih lanjut, masih di ajang kompetisi memasak dan butchery MLA ini, Technical Director Katto Hermanto Tan, kepada PejuangKantoran.com, menceritakan tentang betapa pentingnya kegunaan pisau tajam di khazanah kuliner.

"Kebanyakan, jujur, di dapur itu banyak yang tidak concern dengan pisau," ucap Hermanto Tan.

"Makanya, kami Katto berada di butchery MLA untuk memastikan semua pisau tajam," ujar Technical Director Katto Hermanto Tan.

Foto ilustrasi seorang chef atau juru masak perempuan mengolah daging sapi australia. Gen Z atau Generasi Z yang ingin jadi chef, ingat profesi chef bukan profesi instan karena ada waktu 10 tahun untuk jadi chef terbaik.
Foto ilustrasi seorang chef atau juru masak perempuan mengolah daging sapi australia. Gen Z atau Generasi Z yang ingin jadi chef, ingat profesi chef bukan profesi instan karena ada waktu 10 tahun untuk jadi chef terbaik. (Pejuang kantoran.com/Josephus Primus)

Lebih lanjut, Hermanto Tan menegaskan bahwa Katto menyediakan jasa yang hanya khusus menajamkan pisau atau mengasah pisau tumpul atau pisau majal menjadi pisau tajam.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Josephus Primus

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X