Musim Hujan Ingat Payung, Namun Sejarah Awalnya Payung Malah Bukan Untuk Berlindung Dari Hujan

photo author
Sigit Triwahyu, Pejuang Kantoran
- Jumat, 22 November 2024 | 12:30 WIB
Payung itu awalnya hanya untuk berlindung dari sinar matahari saja. (Freepik)
Payung itu awalnya hanya untuk berlindung dari sinar matahari saja. (Freepik)

Pejuangkantoran.com – Saat musim hujan seperti ini jadi ingat dengan payung. Tapi mungkin banyak yang tidak tahu kalau kita harus berterima kasih kepada bangsa China untuk itu. Karena fungsi payung seperti yang kita kenal sekarang itu pertama kali ditemukan oleh mereka.

Meskipun begitu, sejarah keberadaan ‘payung’ tercatat sejak Raja Faraoh Dinasti ke-5, sekitar tahun 2450 SM. Sebab, dalam relief-relief yang dibuat pada masa itu, menunjukkan ada benda yang digunakan sebagai pelindung dari terik sinar matahari.

Benda yang sekarang kita kenal sebagai payung ini, bentuknya macam-macam. Namun, bentuk yang paling umum adalah seperti kipas dari daun palem atau bulu warna-warni yang dipasang pada gagang tongkat yang panjang.

Sementara payung dengan bentuk seperti yang kita kenal sekarang, ternyata sudah ada sejak sekitar tahun 2310 SM. Bukti keberadaan payung tersebut terlihat pada relief di prasasti kemenangan Sargon of Akkad.

Baca Juga: Ini Panduan Memilih Jaket Atau Outer Untuk Kerja di Musim Hujan Yang Dingin Ini

Dia adalah pemimpin pertama dari Kerajaan Akkadian yang kondang sebagai penakluk negara Sumeria.

Setelahnya, bukti keberadaan payung itu juga banyak tercatat dalam patung-patung di Niniwe, sekitar tahun 710 SM. Dalam catatan Sir Joh Paul “History of Persia”,  di Persia, gambaran payung berulang kali ditemukan dalam karya pahatan Persepolis.

 

Awal mula payung antiair

Payung yang berfungsi sebagai penghalang sinar matahari dan air hujan, dalam sejarah justru ditemukan oleh bangsa China. Mereka memanfaatkan lilin dan lak (perekat kertas dari getah damar, warnanya merah atau hitam) sebagai pelapis kertas agar payungnya menjadi antiair.

Peciptaan payung ini selalu dikaitkan dengan istri Lu Ban. Lu Ban adalah seorang arsitek, seorang penemu, seorang ahli struktur bangunan, seorang tukang kayu yang hidup di masa Dinasti Zhou. Istri Lu selalu keluar dengan mengenakan ‘payung’.

Namu ada juga yang menyebutkan bahwa ide payung itu diilhami bentuk tenda. Sementara tradisi China yang selalu membawa panji-panji dan spanduk-spanduk, juga disebutkan menjadi ide dasar dari terbentuknya payung.

Baca Juga: Memilih Dan Memakai Jas Hujan Untuk Naik Sepeda Motor Jangan Sembarangan. Ini Panduannya!

Oleh karena itu penggunaan payung sering kali dikaitkan dengan petinggi (walaupun belum tentu keluarga kerajaan) di Tiongkok.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Sigit Triwahyu

Sumber: Wikipedia

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X