Namun, Robron menegaskan bahwa dalam mengadaptasi film tersebut, ceritanya tidak akan plek ketiplek seperti versi Korea atau Taiwan. Alur cerita dan penokohannya akan banyak mendapat masukan dari apa yang ia sukai.
“Meskipun ini adaptasi ya, tapi I put a lot of myself in this movie. Banyak yang di versi asli tidak ada, saya taruh di sini.
Baca Juga: Sejak Layanan M-Banking BRImo Diluncurkan di Timor Leste, Nasabah Makin Mudah Bertransaksi
"Contoh saja, saya suka sekali dengan binatang. Saya masukkan juga di sini, support sebuah animal shelter di Jakarta.
“Saya juga suka dengan physical media, pengoleksi Blu Ray, saya masukkan ke karakter K. Jadi, semua yang saya suka, saya masukkan di sini.
“So again, this is a personal story for me. Saya paham banget dengan apa yang ingin saya sampaikan di film ini. Semoga hal yang sangat personal ini bisa sampai di hati penonton!” pungkasnya. (Syanne Susita)
Artikel Terkait
Menghadapi Tantangan Era Digital: Pentingnya Soft Skill dan Kemampuan Bahasa Asing
Film "Mungkin Kita Perlu Waktu" Drama Keluarga Sarat Makna Siap Tayang Perdana di JAFF 2024
Jelajah Destinasi Ramah Muslim di Hong Kong: Ini Tipsnya
Kurangi Menggunakan Gadget Saat Liburan, Ini Waktumu Melakukan Detoks Digital. Apa Manfaatnya?
Ini Website untuk Cari Kerja Posisi IT di Jepang, Tanpa Perlu Bisa Bahasa Jepang
Cara Masuk ke Info GTK agar Bisa Verval Ijazah untuk Pendaftar PPPK 2024, Apa Tujuannya?
BRI Menanam-Grow & Green Bagikan 5.000 Bibit Pohon Produktif pada Petani di Desa Kutuh, Bali