Mobil Listrik Aman untuk Menerjang Banjir? Ini Fakta-Fakta Teknisnya dan Langkah-langkahnya Jika Terendam Banjir!

photo author
Sigit Triwahyu, Pejuang Kantoran
- Minggu, 29 Desember 2024 | 13:05 WIB
Pada dasarnya mobil listrik sudah dirancang untuk tahan debu dan air. (Freepik)
Pada dasarnya mobil listrik sudah dirancang untuk tahan debu dan air. (Freepik)

Pejuangkantoran.comListrik dan aiir itu bukanlah perpaduan yang diinginkan. Ketika listrik dan air bertemu, hasilnya bisa jadi petaka. Oleh karena itu di musim hujan seperti ini, akan timbul pertanyaan “Bagaimana ya kalau mobil listrik menerjang banjir atau terendam banjir?”

Ini sebenarnya pertanyaan yang wajar, mengingat belakangan ini curah hujan cukup tinggi dan ada kejadian banjir di sejumlah tempat.

Secara umum, paling aman adalah dengan tidak menerjang atau melewati daerah yang ada banjir. Namun kalau terpaksa harus melewati daerah yang banjir, dengan kondisi tinggi genangan masih aman bagi kendaraan bermotor secara umum, mobil listrik masih aman-aman saja.

Ini karena pada dasarnya, mobil listrik ini sudah dirancang aman dan waterproof untuk bagian-bagian yang berhubungan dengan kelistrikan. Mobil listrik harus memenuhi standar keamanan internasional yang ketat sebelum dipasarkan.

Salah satu standar yang penting adalah tingkat ketahanan terhadap air dan debu. Standar ini diukur dengan sistem peringkat IP (Ingress Protection).

Baca Juga: 1 dari 3 Mobil Ekspor China adalah Mobil Listrik

Menurut web site mgmotor.id di lamannya, sebagian besar mobil listrik modern, memiliki peringkat IP67 atau lebih tinggi. Ini berarti kendaraan tersebut tahan terhadap debu dan dapat bertahan dalam air hingga kedalaman 1 meter selama 30 menit.

Salah satu komponen mobil listrik yang paling dikhawatirkan terdampak saat mobil melalui banjir adalah baterai. Ini karena umumnya baterai mobil listrik posisinya adia di dek bawah.

Tidak usah khawatir. Baterai mobil listrik itu dirancang untuk tahan terhadap air.  Teknologi Battery Management System (BMS) di mobil listirk berfungsi untuk memantau dan mengatur kondisi baterai.

Jika sensor dalam sistem ini mendeteksi ada kelembaban atau air di baterai, maka secara otomatis sistem akan memutus aliran listrik untuk menghindari terjadinya arus pendek atau kerusakan lainnya.

 

Langkah-Langkah Yang Harus Dilakukan

Namun begitu, tetap lah lakukan hal-hal berikut ini apabila mobil Listrik kamu terendam banjir. Terendam banjir menimbulkan risiko yang lebih tinggi daripada sekadar menerjang banjir atau genangan air yang tinggi, karena mobil ini terpapar lebih lama di dalam air.

Mobil yang terendam banjir memungkinkan terjadinya kerusakan pada system mesin dan oli. Menurut paparan dalam laman dunlop.co.id, air yang masuk ke dalam mesin dapat menyebabkan korosi dan berbagai masalah mekanis lainnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Sigit Triwahyu

Sumber: mgmotor.id, Berbagai Sumber, dunlop.co.id

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X