Thrifting Lagi Hits, Tapi 8 Pakaian Ini Sebaiknya Tidak Dibeli di Toko Secondhand

photo author
Christina A.S, Pejuang Kantoran
- Jumat, 10 Januari 2025 | 10:17 WIB
Thrifting tak hanya bisa mendapatkan barang branded denan harga miring, tapi juga bisa menyelamatkan lingkungan. (eugene barmin)
Thrifting tak hanya bisa mendapatkan barang branded denan harga miring, tapi juga bisa menyelamatkan lingkungan. (eugene barmin)

PejuangKantoran.com - Berbelanja barang bekas atau vintage bisa menjadi cara yang menyenangkan untuk menambah koleksi pakaian Anda, terutama jika Anda mencari barang unik yang sulit ditemukan di toko biasa. Bahasa gaulnya adalah thrifting.

Namun, ada beberapa jenis pakaian yang sebaiknya dihindari saat berbelanja barang bekas, karena dapat menimbulkan risiko bagi kesehatan atau kenyamanan Anda. Sebelum Anda melangkah ke toko barang bekas berikutnya, pastikan untuk menghapus item-item ini dari daftar belanja Anda.

Berbelanja barang bekas bisa sangat menyenangkan, tetapi untuk menjaga kesehatan dan kenyamanan, pastikan untuk menghindari membeli item-item di atas.

Baca Juga: Penderita Virus HMPV Melonjak di Cina, Pemerintah Setempat Bilang Hanya Penyakit Musim Dingin Biasa

1. Pakaian Dalam
Ada alasan mengapa sebagian besar toko tidak menerima pengembalian untuk pakaian dalam, bahkan yang baru sekalipun. Pakaian dalam adalah barang yang sangat dekat dengan tubuh, dan meskipun Anda mungkin bisa mencucinya dengan teliti, tetap saja ini bukan barang yang ideal untuk dibeli bekas.

2. Bra
Selain dipakai langsung di kulit, bra cenderung kehilangan elastisitas dan dukungannya seiring penggunaan. Sebuah bra biasanya sudah mulai aus setelah setahun pemakaian, jadi bra bekas kemungkinan besar sudah melebihi masa pakainya, membuatnya kurang efektif untuk mendukung tubuh Anda.

3. Pakaian Anak-Anak—Terutama Piyama
Pakaian anak-anak biasanya harus memenuhi standar keamanan yang lebih ketat daripada pakaian dewasa. Barang-barang anak-anak seringkali menjadi sasaran penarikan produk akibat fitur yang dapat membahayakan, seperti tali serut.

Baca Juga: Ketahuan Pura-pura Kerja, Selusin Karyawan Bank di AS Dipecat

Meskipun toko barang bekas seharusnya memeriksa apakah barang yang ditarik sudah ditarik dari peredaran, sulit untuk memastikan bahwa semua barang yang terlibat dalam recall telah dikeluarkan dari toko, jadi lebih baik jika Anda menghindarinya.

4. Helm Sepeda atau Olahraga
Helm olahraga dan sepeda dirancang untuk melindungi Anda, tetapi helm yang telah terjatuh atau mengalami benturan mungkin tidak lagi aman untuk digunakan. Meskipun sulit untuk mengetahui apakah helm telah rusak hanya dengan melihatnya, bekas goresan atau lecet bisa menjadi petunjuk. 

5. Pakaian Renang
Pakaian renang adalah barang yang dipakai langsung di tubuh dan sulit untuk dikembalikan setelah digunakan. Elastisitas pada pakaian renang yang membantu menjaga bentuknya kemungkinan sudah berkurang, sehingga pakaian renang bekas mungkin tidak lagi pas dengan tubuh Anda seperti baru.

 

Baca Juga: Muhammadiyah Sudah Tetapkan Tanggal Jadwal Puasa Ramadhan 2025

6. Pakaian yang Bau atau Bernoda
Jika pakaian yang Anda temui memiliki bau atau noda yang sulit dihilangkan, kemungkinan besar noda tersebut sudah menetap dan tidak bisa dihilangkan meski dengan berbagai cara pembersihan. Investasi pada pakaian seperti ini hanya akan menguntungkan jika Anda berencana untuk mewarnai atau mengubahnya, atau jika Anda tidak keberatan kehilangan uang jika noda atau bau tersebut tetap ada setelah Anda mencoba membersihkannya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Christina A.S

Sumber: Real Simple

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X