Acha Septriasa Jadi Pusat Cerita dalam Qodrat 2, yang Digarap Lebih Heboh daripada Film Pertama

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Sabtu, 29 Maret 2025 | 21:15 WIB
Dalam film Qodrat 2, bukan Uztaz Qodrat yang mendapat ujian keimanan, melainkan Azizah. (IMDb)
Dalam film Qodrat 2, bukan Uztaz Qodrat yang mendapat ujian keimanan, melainkan Azizah. (IMDb)

PejuangKantoran.com - Kesuksesan film Qodrat (2022) memicu Magma Entertainment untuk meluncurkan sekuenya, Qodrat 2. Founder dari rumah produksi tersebut, Charles Gozali dan Linda Gozali, bertekad menciptakan semesta Qodrat dengan kisah yang terus berkelanjutan.

Qodrat 2 mengangkat cerita Ustaz Qodrat (Vino G. Bastian) yang mencari istrinya, Azizah (Acha Septriasa), yang baru selesai menuntut ilmu di pesantren. Azizah kini menjadi sasaran iblis, yang berusaha menghancurkan keimanan Qodrat dan berbalik menyembahnya.

Bagi Charles Gozali, yang bertindak sebagai sutradara, menggarap sekuel yang memiliki fanbase cukup fanatik bukan hal mudah. Ia sadar sekuel harus lebih bagus dari segi cerita, lebih besar dan lebih heboh dari yang pertama.

Baca Juga: Film Horor Pabrik Gula Bakal Hadir dalam 2 Versi, Berminat Nonton Versi yang Tanpa Sensor?

“Tantangan ini bisa terwujud karena saya didukung teman-teman yang memiliki kecintaan yang sama dengan kami akan cerita Qodrat,” ujar Charles, saat konferensi pers Qodrat 2 di Epicentrum XXI, Kuningan, Jakarta, Kamis (20/3/2025).

“Setiap tim memikirkan dengan maksimal untuk menghadirkan elemen CGI (computer-generated imagery), musik, makeup, kostum, set, department art, sampai koreografi fight di setiap adegannya, sehingga bisa seperti yang dilihat di film.

Cast-nya juga luar biasa,” imbuh Charles.

Acha Septriasa, misalnya, berakting memukau berperan sebagai seseorang yang mengalami pergolakan batin yang sangat kuat.

Yang harus berpikir keras dalam menggarap cerita Qodrat ini tentu saja tim penulis yang dipimpin oleh Asaf Antariksa dan Gea Rexy. Beruntung, ada beberapa hal yang menjadi fondasi dari cerita pertama yang kemudian dikembangkan dan dilanjutkan di sekuel.

Pertama, bahwa Ustaz Qodrat memiliki keluarga. Yang terpukul karena kehilangan anaknya tidak hanya dirinya sendiri, tetapi juga istrinya, Azizah.

Di saat kehilangan itu, keduanya mengalami ujian keimanan. Namun, respons keduanya sangat berbeda. Di Qodrat pertama, tema atau moral value yang diangkat adalah bagaimana Qodrat mampu melewati ujian tersebut dengan berserah diri kepada Tuhan.

Baca Juga: Butuh Tiga Penulis Skenario untuk Menciptakan Cerita Cinta yang Manis dalam Film 'Komang'

“PR selanjutnya adalah moral value apa yang akan kita lekatkan pada sekuel yang ke-2 ini? Lalu kami menemukan moral value-nya adalah tobat yang kami lekatkan pada karakter Azizah.

“Di dalam cerita sekuel ke-2 ini, justru character arc terjadi bukan pada Qodrat, tapi pada Azizah. Qodrat hanya sebagai karakter malaikat yang menolong.

“Sedangkan Azizah mengalami character change. Ujian keimanannya adalah ujian keimanan yang terjadi pada layaknya orang biasa. Azizah mencoba meraih dan membangun kembali keimanan melalui cara-cara yang biasa dilakukan orang awam, yaitu salat taubat.

“Maka itu akan terasa lebih emosional. Apalagi, ia merasa dirinya musyrik (orang yang bersekutu dengan iblis) dan berjuang sendirian,” terang Assaf.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X