Butuh Tiga Penulis Skenario untuk Menciptakan Cerita Cinta yang Manis dalam Film 'Komang'

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Sabtu, 22 Maret 2025 | 15:14 WIB
Untuk mengemas kisah cinta Raim Laode dan Komang Ade Windiandari, produser film Komang harus gonta-ganti penulis skenario. (Instagram @komangfilm)
Untuk mengemas kisah cinta Raim Laode dan Komang Ade Windiandari, produser film Komang harus gonta-ganti penulis skenario. (Instagram @komangfilm)

PejuangKantoran.com - Seperti lagunya, film Komang terasa hangat sekaligus manis karena film ini menceritakan kisah asmara antara Raim Laode alias Ode (Kiesha Alvaro) dan Komang Ade Widiandari (Aurora Ribero) yang penuh tantangan.

Ternyata, di balik cerita yang manis proses penggarapan skenarionya ternyata tidak semanis itu. Produser Chand Parwez mengungkapkan, butuh tiga penulis skenario hingga akhirnya terkemas cerita Raim Laode dan Komang Ayu yang sesuai diinginkan.

“Kita pernah menulis, yang pertama, tapi hasilnya kenapa jadi fiksi? Yang kedua (ditulis) oleh kawan Raim sendiri, (tetapi) menjadi terlalu bercerita seperti dokumenter,” ujar Chand Parwez, saat gala premiere Komang di Epicentrum XXI, Kuningan, Jakarta, Rabu (19/3/2025).

Baca Juga: 3 Layanan E-Channel BRI yang Jadi Andalan Nasabah untuk Transaksi Keuangan selama Libur Lebaran

“Akhirnya, dapat Evelyn Afnilia. Kita mencoba membuat film drama kisah nyata yang mengajak penonton menikmati film tidak sebagai objek, tetapi menjadi subyek.”

Mereka pun masuk mengikuti perjalanan cinta Ode dan Komang, dan mencoba bercerita dengan membuat penonton menjadi subyeknya. Dengan demikian penonton akan aktif melihat dan ikut merasakan seluruh proses perjalanan cinta Raim Laode dan Komang Ayu.

Dipercaya menjadi penulis yang ketiga, Evelyn Afnilia tidak memungkiri ada beban yang besar yang dipikulnya sejak awal. Tidak hanya sebagai penulis skenario ketiga, tetapi juga betapa terkenalnya lagu Komang.

“Jujur waktu pertama ditawarin, ada pressure karena lagunya viral banget dan memikirkan bagaimana cara membuat cerita yang secara mood dan emosi bisa mewakili lagunya,” aku penulis yang menggarap penulis skenario film Dosen Ghaib ini.

Namun, segala kekhawatirannya itu hilang pada saat ia menghabiskan waktu untuk berdiskusi langsung dengan Raim dan juga sutradara Naya Anindita.

“Pas ngobrol dengan Raim dan Naya, aku cukup terbantu karena kisah cintanya sendiri sudah sangat manis. Jadi, aku tinggal men-develop saja jadi sebuah cerita yang lebih utuh,” terangnya lebih lanjut.

Baca Juga: Ini 3 Substansi yang Diatur dalam RUU TNI yang Telah Disetujui DPR untuk Menjadi UU

Sebenarnya yang merasa terbebani bukan hanya Evelyn, tetapi juga Naya Anindita. Malam sebelum gala premiere, ia tidak bisa tidur karena gelisah memikirkan bagaimana penerimaan penonton di acara pemutaran perdana ini.

“Tanggung jawab terbesar saya adalah menjaga secara utuh dan jujur karakter Raim dan Komang. Tantangan terbesarnya bagaimana cerita ini dijadikan sebuah film layar lebar berdurasi 2 jam, sedangkan perjalanan perjuangan cinta mereka 7 tahun.

“Dalam durasi singkat itu, sulit sekali untuk memberi karakter-karakter ini ruang untuk mengekspresikan emosinya dalam porsi yang pas, dan kapan harus beralih ke scene yang selanjutnya,” ujar sutradara yang sebelumnya menggarap Imperfect The Series ini.

Namun, beruntung keresahan-keresahan para filmmaker itu tidak beralasan karena baik Raim Laode dan istri, Komang Ade, sangat terharu dan menyukai hasil jadinya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X