Namun di mesin-mesin mobil otomatis terbaru saat ini sudah umum yang menambahkan fitur manual mode, sehingga kamu pun jadi bisa punya kendali dalam perpindahan gigi selayaknya menggunakan transmisi manual.
- Efisiensi bahan bakar
Dulu, mobil manual dikenal lebih hemat bahan bakar daripada mobil otomatis karena lebih sedikit energi yang digunakan untuk memindahkan gigi. Namun, kemajuan terbaru dalam teknologi transmisi otomatis telah mempersempit kesenjangan ini.
Mobil otomatis modern sekarang sama hemat bahan bakarnya dan dalam beberapa kasus, bahkan menawarkan jarak tempuh yang lebih baik daripada mobil manual.
- Biaya perawatan, perbaikan, dan harga
Mobil transmisi manual biasanya lebih murah untuk dirawat karena memiliki lebih sedikit komponen dan sistemnya lebih sederhana.
Sebaliknya, mobil transmisi otomatis lebih kompleks sehingga jika ada yang rusak, biaya perbaikannya bisa jauh lebih tinggi karena suku cadangnya yang mahal dan membutuhkan keahlian khusus.
Khusus untuk mesin otomatis CVT (Continuously Variable Transmission), meskipun menawarkan perpindahan gigi secara otomatis yang lebih halus, perawatannya harus lebih seksama.
Pada sejumlah kasus, mesin mobil otomatis dengan model CVT, setelah jarak tempuhnya di atas 100.000 kilometer, rentan untuk putus sabuk bajanya.
Jika putus dalam kondisi mesin bekerja, sabuk baja yang dirangkai dari ratusan plat baja tipis ini, pecahannya bisa merusak mesin. Dan biaya perbaikannya sangat menguras kantung.
Tentu saja mekanisme mesin mobil otomatis yang lebih rumit ini juga berkonsekuensi pada harga mobil. Secara umum, mobil dengan mesin otomatis lebih mahal daripada mobil dengan mesin manual.
Baca Juga: 5 Kesalahan Umum yang Banyak Dilakukan Pengemudi Mobil, Bisa Menyebabkan Kecelakan!
- Kenyamanan dalam lalu lintas
Dalam lalu lintas padat dan stop and go, mengendarai mobil manual bisa melelahkan karena harus terus-menerus menekan pedal kopling dan memindahkan gigi setiap beberapa saat. Sementara mobil otomatis jauh lebih mudah karena tidak perlu memindahkan gigi secara manual.
Mana yang lebih aman?
Kesimpulan dari penjelasan di atas adalah bahwa mobil otomatis cenderung lebih nyaman bagi pengemudi, karena tidak melelahkan kaki.
Dari segi keamanan, secara umum hampir sama namun sangat tergantung dari keterampilan pengemudi.
Bagi pengemudi pemula mungkin jadi lebih memudahkan yang otomatis, karena membutuhkan koordinasi yang lebih sedikit. Kamu tidak perlu khawatir tentang perpindahan gigi sehingga bisa lebih fokus di jalan.
Artikel Terkait
Warga Jakarta Makin Terpapar Polusi, Uji Emisi Kendaraan Jadi Langkah Proaktif
Mobil Listrik Aman untuk Menerjang Banjir? Ini Fakta-Fakta Teknisnya dan Langkah-langkahnya Jika Terendam Banjir!
Meski Bisa Beli Mobil Sport Mewah Tapi Budaya Kerja di Dubai Sangat Keras, Masih Minat?
Jangan Paksakan Mobil yang Seharusnya Mengonsumsi Bensin RON 92 Diganti Menggunakan RON 90. Ini Akibatnya!
Apa yang Harus Anda Bawa untuk Keamanan untuk Perjalanan Mobil Internasional?
Mulai Sekarang, ASN Jakarta Wajib Naik Kendaraan Umum Tiap Hari Rabu