PejuangKantoran.com - Setelah sukses dengan film The Most Beautiful Girl in the World yang dalam dua minggu ditonton 4,1 juta penonton di Netflix, Robert Ronny mengumumkan film terbarunya, Tak Ingin Usai di Sini.
Film bergenre melodrama ini mengangkat kisah dua sahabat, K (Bryan Domani) dan Cream (Vanesha Prescilla) yang tumbuh bersama dan saling melengkapi. Namun, K ternyata menyimpan pergulatan batin yang berat.
K merahasiakan dari Cream bahwa ia mengidap penyakit serius dan diam-diam menyiapkan kepergiannya.
Baca Juga: Asal Usul Konklaf: Ketika Kardinal Dikunci di Ruangan Demi Memilih Paus
Salah satu yang ia persiapkan adalah mencari kekasih bagi Cream. Ia menjodohkan Cream dengan Armand (Rayn Wijaya) yang sedang kalut karena ditinggal tunangannya, Vero (Davina Karamoy).
“Film ini akan menunjukkan bahwa kehilangan bisa menjadi bagian dari cinta sejati. Saya ingin penonton memahami bahwa cinta tak selalu tentang memiliki, tapi kadang tentang melepaskan,” ujar Robert Ronny, saat konferensi pers Tak Ingin Usai di Sini di Epicentrum XXI, Jakarta, Selasa (29/04/2025).
Vanesha Prescilla, yang akrab dipanggil Shasha, merupakan pilihan pertama Robert sebagai pemeran Cream. Pendiri Paragon Pictures itu merasa sudah nyaman bekerja dengan Vanesha, yang sebelumnya sudah kerja bareng di film Backstage (2021).
“Waktu saya mau bikin film ini tahun 2020, sebagai sutradara, saya sudah bilang ke Shasha kalau saya ingin dia menjadi Cream. Sebenarnya, peran ini challenge buat dia karena personality Cream sangat berbeda dengan personality aslinya.
“Banyak yang tidak tahu kalau Shasha ini pemalu. Di film ini, dia harus menjadi cewek yang kuat, pemimpin, agresif, sedikit manipulatif, ceplas-ceplos.
“Saya suka memberi tantangan ke para pemain dengan memberi peran yang berbeda dari peran yang biasa dia terima,” terang Robert Ronny.
Baca Juga: BRI Dukung Penuh Mimpi Para Pemain Liga Kompas U-14 Tembus Gothia Cup 2025 Swedia
Sedangkan untuk memerankan K, sutradara kelahiran Surabaya, 47 tahun lalu itu mempercayakannya pada Bryan Domani, yang mengaku bahwa peran tersebut sangat sulit diperankan.
“Yes, aku sering bermain di film drama romance yang pilu membiru. Tapi, menurut aku, ini beda banget karena beban yang ingin disampaikan dari awal film sudah ada.
“Beban berat yang dipikul tidak bisa diceritakan kepada siapa-siapa. Kalau tidak mendapat lawan main yang sangat bagus dan open, director dan acting coach yang sangat hebat, aku nggak kuat malah memerankan karakter ini,” kata Bryan.
Begitu dalamnya ia masuk ke peran K, aktor kelahiran Munich, Jerman, 24 tahun lalu itu butuh waktu untuk lepas dari perasaan sedih setelah proses syuting selesai. Bahkan Robert Ronny sampai harus membantunya menenangkan diri.
Artikel Terkait
Hari ini Konklaf Pemilihan Paus Digelar di Vatikan, Ini Cara Nontonnya Secara Online
Asal Usul Konklaf: Ketika Kardinal Dikunci di Ruangan Demi Memilih Paus
6 Tips untuk Meningkatkan Kualitas Tidur berdasarkan Jenis Pekerjaan Kamu
Sering Dipuji Atasan tapi Jabatan Nggak Naik-naik, Ups... Ini Contoh Kurangnya Transparansi pada Karyawan!
Berapa Banyak Uang yang Harus Disimpan di Rekening Giro? Ini Saran Perencana Keuangan!
Berapa Lama Waktu Tidur Siang yang Ideal, Biar Malam Nggak Susah Tidur?
Sustainabaility Report Atau Laporan Keberlanjutan Penting Bagi Perusahaan. Ini Dia Penanggung Jawabnya!