JAFF Market 2025 Diharapkan Bisa Menyaingi Pasar Film Asia seperti Busan International Film Festival

photo author
Syanne Susita, Pejuang Kantoran
- Senin, 2 Juni 2025 | 08:00 WIB
JAFF Market diharapkan dapat menyaingi pasar film Asia lain seperti Busan International Film Festival. (JAFF)
JAFF Market diharapkan dapat menyaingi pasar film Asia lain seperti Busan International Film Festival. (JAFF)

PejuangKantoran.com - JAFF Market yang pertama (2024) mencatat rekor sukses besar. Selama tiga hari perhelatan, platform industri perfilman Indonesia ini menghadirkan 6.700 peserta dari 19 negara, 151 booth, dan, yang paling menggembirakan, menghasilkan 63 kesepakatan bisnis senilai Rp 36 miliar. 

Jadi, tak bisa dipungkiri, JAFF Market mengambil peran penting dalam industri perfilman karena membuka ruang B2B (Business to Business) domestik danmemperluas jejaring internasional.

Selain itu juga menjadi jembatan kolaborasi lintas sektor, termasuk dengan mitra lembaga, institusi budaya, dan kerja sama antarnegara untuk memperkuat posisi Indonesia di lanskap ekonomi kreatif Asia.

Baca Juga: Wisata Sains Makin Diminati Wisatawan Dunia, Ini 6 Tur Paling Menarik yang Bisa Kamu Coba

Kini, Festival Director JAFF Ifa Isfansyah mengumumkan bahwa JAFF Market 2025 akan diadakan pada tanggal 29 November - 1 Desember 2025 di Jogja Expo Center (JEC) bersamaan dengan perayaan 20 tahun JAFF (Jogja-NETPAC Asian Film Festival). 

Ifa juga mengumumkan bahwa perhelatan industri perfilman yang kedua ini sudah mendapat dukungan dari pihak ketiga.

“Hari ini merupakan 20 tahun JAFF. Awalnya, kami berpikir festival sebagai core dari cinema culture ini tidak terhubung dengan industrinya. Tetapi, semakin lama kita semakin sadar keduanya tidak bisa dipisah!

"Dan, saya tidak menyangka impact JAFF Market di tahun kedua ini sudah kelihatan. Saya pikir 4-5 tahun ke depan lah baru terlihat impact-nya. Terima kasih Ammar Bank yang sudah bergabung mendukung,” ujar Ifa, saat konferensi pers di kawasan SCBD, Jakarta, Rabu (28/5/2025).

Kesuksesan JAFF Market ini mendapat respons positif dari Kementerian Kebudayaan yang mendukung penuh JAFF untuk berkembang lebih besar lagi.

Bahkan, proyeksinya bisa menyaingi pasar-pasar film Asia lain yang sudah ada lebih dahulu, seperti Busan International Film Festival yang kini memiliki beberapa macam film market.

“Saya yakin JAFF Market ini akan menjadi seperti Marche du Films-nya Cannes, menjadi market film-nya Indonesia. Bahkan, saya rasa market film terbesar di Asia seharusnya diambil oleh Indonesia.

Baca Juga: Saat ini Reverse Mentorship Mulai Banyak Dijalankan Oleh Perusahaan. Apa Itu dan Apa Manfaatnya?

"Ini menjadi satu tantangan besar. Seluruh pelaku film harus kompak. Kementerian Kebudayaan akan selalu ada di belakang dan selalu mendukung karena kita juga punya cita-cita besar untuk sama-sama membawa JAFF Market ini sebagai IP kebudayaan.

"Dalam lima tahun ke depan JAFF Market menjadi market field terbesar di Asia,” ujar Wakil Menteri Kebudayaan Giring Ganesha, dalam kesempatan yang sama.

Memasuki tahun kedua di mana skala pasarnya akan lebih besar dan inklusif, akan ada enam program unggulan yang sudah disiapkan oleh Gita Fara, selaku Head of Program JAFF Market. Ke-6 program itu adalah:

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X