Syuting Di Korea, tapi 'Sampai Jumpa, Selamat Tinggal' Terinspirasi Fenomena Johatsu di Jepang  

photo author
Syanne Susita, Pejuang Kantoran
- Sabtu, 7 Juni 2025 | 17:24 WIB
Mengambil lokasi syuting di Korea, tapi film Sampai Jumpa, Selamat Tinggal terinspirasi konsep johatsu di Jepang. (Instagram @selamattinggalsampaijumpa)
Mengambil lokasi syuting di Korea, tapi film Sampai Jumpa, Selamat Tinggal terinspirasi konsep johatsu di Jepang. (Instagram @selamattinggalsampaijumpa)

PejuangKantoran.com - Film Sampai Jumpa, Selamat Tinggal memberi warna lain dalam film drama Indonesia.

Mengambil lokasi syuting di Seoul, Dangjin, dan Seosan, sudut-sudut beberapa kota di Korea Selatan ini tidak terlihat seperti nuansa film-film drakor yang serba cerah dan modern.

“Saya dan Dimas Bagus yang menjadi sinematografer mencoba meng-capture mood Korea yang seperti apa nih? Yang biasa kita lihat di Kdrama itu kan serba bright.

Baca Juga: 5 Tips Penting Memilih Pekerjaan Remote, Jangan Asal Pilih agar Tidak Merugikan Kamu!

"Tapi, pas kita riset, di balik gemerlap lampu-lampu ini, rasanya adalah kesepian. Jadi, feel itu yang kita coba ambil dari set-set di Korea atau tepatnya di tiga kota tadi: Seoul, Danjin dan Seosan,” ujar sutradara Adriyanto Dewo, saat konferensi pers Sampai Jumpa, Selamat Tinggal di Metropole XXI, Jakarta, Senin (02/06/2025).

Elemen lain yang membuat film ini terasa berbeda dibanding kebanyakan film drama cinta Indonesia adalah tema ceritanya. Ide cerita lahir setelah Adriyanto membaca sebuah artikel tentang suatu budaya unik di Jepang.

“Saya pernah baca artikel tentang fenomena Johatsu di mana seorang individu bisa pergi dari kesehariannya, keluarganya dan hidup dengan identitas baru.

"Dari situ, terpikir bagaimana rasanya jadi orang yang ditinggalkan. Apakah ada usaha mencari orang yang hilang ini? Dalam pasangan, apakah perlu mengucapkan goodbye atau tidak?

"Jari, cerita ini lahir dari pertanyaan-pertanyaan ini,” ujar Adriyanto, yang bertindak juga sebagai penulis skenario.

Film Sampai Jumpa, Selamat Tinggal menceritakan perjalanan cinta yang kompleks, mulai dari ghosting sampai toxic relationship.

Baca Juga: BRI Pastikan Layanan Perbankan Tetap Tersedia Selama Libur Idul Adha 2025

Wyn (Putri Marino) ditinggal begitu saja oleh kekasihnya, Dani (Jourdy Pranata). Demi menuntut kejelasan, Wyn nekat menyusul Dani yang kabarnya berada di Korea Selatan.

Di sana, Wyn bertemu pekerja migran asal Indonesia, Rey (Jerome Kurnia) yang kemudian membantunya mencari Dani. Rey mengenalkan Wyn pada sahabatnya, Anto (Kiki Narendra) yang ikut membantu mencari Dani lewat kenalannya.

Namun, mereka harus berurusan dengan Vanya (Lutesha), seorang gangster yang membuat semuanya menjadi sulit.

Meskipun cerita dan lokasinya memberi vibe berbeda, Adriyanto tidak mempunyai treatment khusus dalam penyutradaraannya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X