PejuangKantoran.com - Sesuai dengan judul, film Kitab Sijjin dan Illiyyin mengangkat kisah dari dua kitab yang mencatat amal perbuatan orang-orang durhaka dan orang-orang yang berbakti dan saleh.
Film ini menandakan kembalinya kolaborasi antara penulis skenario Lele Laila, sutradara Hadrah Daeng Ratu, dan produser eksekutif Sunil Samtani. Kolaborasi mereka sebelumnya menghasilkan Sijjin, yang ditonton 1.930.901 orang.
“Ini film horor aku yang banyak adegan gore-nya, berdarah-darah. Yang menjadi tantangan buat film ini adalah bagaimana membuatnya menjadi film horor yang berbeda dari yang sebelumnya.
Baca Juga: Yang Harus Dilakukan sebelum Resign Mendadak, Berikut Contoh Surat Pengunduran Dirinya
"Lebih lokal, lebih membumi, dan bagaimana bisa menampilkan scene-scene horor dengan sangat intens dan bikin ngilu.
"Treatment sinematografinya tidak banyak pergerakan, tapi bisa menimbulkan kengerian-kengerian saat orang menontonnya,” terang Hadrah Daeng Ratu, saat konferensi pers Kitab Sijjin dan Illiyyin di Epicentrum XXI, Rabu (09/07/2025).
Kembali bekerja sama dengan Hadrah dan Sunil bagi Lele merupakan kolaborasi yang menyenangkan. Banyak berdiskusi dengan partner kolaborasi justru membuat proses penulisan skenario lebih menyenangkan.
“Aku tuh menikmati sekali proses kerja sama lagi bersama. Salah satu hal yang menyenangkan ketika mau angkat soal Kitab Sijjin dan Illiyyin, diskusi kita bertiga cukup intens di kitab Illiyyin karena kita memikirkan nilai baik yang mau kita sebarin ke penonton.
"Kadang memikirkan satu adegan itu, kita ngobrol sampai berkali-kali dengan Kak Hadrah dan Pak Sunil. Sambil makan kacang, kita ngobrolin bagaimana caranya orang mati,” ujar Lele Laila sambil tertawa.
Dengan semakin banyaknya film horor, ia sadar sebagai penulis bahwa ia dituntut untuk lebih kreatif lagi dalam menghadirkan teror horor di setiap adegan film. Namun, ia melihat tuntutan itu bukan sebagai beban.
Baca Juga: 7 Kebiasaan yang Dimiliki Tim-tim yang Bisa Bekerja Sama dengan Baik, Tim Kamu Sudah Memilikinya?
“Kita mengakui film horor sekarang banyak sekali ya. Rasa takut orang sudah di-push sedemikian rupa. Jadi, push-nya sekarang harus lebih next level lagi.
"Dan tuntutan untuk lebih besar dan next level itu bukan lagi tuntutan yang tidak berarti tapi aku rasa sekarang memang perlu tuntutan itu!” seru penulis bernama asli Laila Nurazizah ini.
Tak jarang, naskah yang ia buat diminta revisi oleh Sunil berulang kali karena dianggap belum mencekam.
“Tantangan terbesarnya adalah kalau Pak Sunil dikasih satu adegan, komentarnya, ‘Lele, kurang seram, Lele.’ Oke, pak! Aku kasih lagi yang lebih seram.
Artikel Terkait
ASN Boleh Masuk Siang ke Kantor supaya Bisa Mengantar Anak di Hari Pertama Sekolah
Kabar Gembira, WNI yang Sudah 2 Kali ke Negara Uni Eropa, Sekarang Bisa Ajukan Visa Schengen Multi-Entry, Ini Penjelasannya!
Pemimpin Muda Tak Hanya Pengguna Namun Jadi Penggerak AI Karena Mmebantu Pekerjaan Mereka Lebih Mudah!
Google Bawa Gems ke Workspace, Chatbot AI Baru untuk Membantu Pekerjaan Kamu!
Ingin Merasakan Bekerja di Kementerian Pariwisata? Program JoinWonderful Magang Kembali Bukan Batch Baru!
Yuk, Jadikan Hobi Kamu Cuan! Tapi Jangan Buru-Buru Resign, Lakukan Dulu 9 Langkah Ini
Virtual Assistant Manusia Tak Perlu Kuatir Bakal Tergusur Virtual Assistant AI, Lakukan Langkah Nyata Berikut Ini!