PejuangKantoran.com - Kehadiran teknologi AI membuat para filmmaker bereksperimen Pirate Queen: Zheng Yi Sao menjadi film panjang pertama di dunia yang dihasilkan oleh AI.
Film hasil kolab bareng Malaysia dan Singapura itu tidak hanya memanfaatkan AI untuk membuat visualnya, tetapi juga untuk menciptakan adegan, menyunting naskah, membuat animasinya, hingga pascaproduksinya.
Kini, Netflix dilaporkan melakukan upaya yang sama. Untuk kali pertama, Netflix menggunakan AI generatif untuk membuat salah satu serial televisinya.
Baca Juga: Film Horor 'Labinak: Mereka Ada Di Sini' Usung Tema Kanibalisme yang Pernah Ada di Indonesia
Hal ini diumumkan langsung oleh Ted Sarandos, Co-CEO Netflix, saat menyampaikan laporan kinerja kuartal kedua perusahaan.
Serial yang dimaksud adalah El Eternauta (Yang Abadi), yang diangkat dari komik fiksi ilmiah karya Héctor Germán Oesterheld dan Francisco Solano López. Serial ini mengisahkan para penyintas setelah terjadi badai salju beracun yang dipicu oleh invasi alien sehongga menghancurkan kehidupan normal.
Salah satu adegan penting dalam serial ini menampilkan runtuhnya sebuah bangunan di Buenos Aires, adegan yang disempurnakan dengan bantuan teknologi AI generatif.
Menurut Sarandos, penggunaan AI dalam adegan ini memberikan hasil yang luar biasa dalam waktu yang jauh lebih singkat dibandingkan metode efek visual (VFX) konvensional.
"Dengan alat berbasis AI, kami bisa menyelesaikan sekuens VFX ini sepuluh kali lebih cepat dibandingkan jika menggunakan teknik tradisional," ujarnya.
Selain dari sisi waktu, biaya produksi pun menjadi jauh lebih efisien. Sarandos menjelaskan bahwa tanpa bantuan AI, adegan sekompleks ini akan sulit dibiayai dalam skala produksi serial biasa.
Artinya, AI tidak hanya membuka peluang efisiensi, tapi juga memungkinkan cerita-cerita ambisius untuk direalisasikan dengan anggaran yang lebih terjangkau.
Baca Juga: Kemampuan Fast Learning Jadi Kunci Sukses di Dunia Kerja yang Selalu Berubah. Tahu Kenapa??
Meski begitu, penggunaan AI di industri hiburan tetap memunculkan kekhawatiran, terutama terkait potensi pengurangan tenaga kerja, khususnya di bidang produksi dan efek visual. Kekhawatiran ini bukan tanpa alasan.
Pada tahun 2023, isu penggunaan AI bahkan menjadi salah satu penyebab utama aksi mogok para aktor dan penulis naskah di Hollywood. Mereka menuntut agar teknologi ini tetap berada di bawah kendali pekerja, bukan digunakan untuk menggantikan mereka.
Namun, Sarandos menekankan bahwa pendekatan Netflix adalah menjadikan AI sebagai alat bantu, bukan pengganti.
Artikel Terkait
Italia Akan Terbitkan 500.000 Visa Kerja untuk Pekerja Non-Uni Eropa
Nike Buka Lowongan Kerja Jadi Pimpinan Retail Brand Marketing Indonesia
Danamas Stabil Pertahankan Posisi Puncak, Ini 10 Reksadana Pendapatan Tetap Terbesar Juni 2025
Baru Mulai Bekerja? Ini 6 Faktor yang Bisa Jadi Tanda Kamu akan Bahagia Menjalaninya!
8 Sikap yang Diam-Diam Dinilai Atasan sebagai Karyawan Bernilai Rendah, Jadi Dianggap Tak Berharga untuk Perusahaan
Perkembangan AI Ternyata Bisa Mengancam Hubungan Manusia di Tempat Kerja. Kok Bisa? Ini Penjelasannya!
Buat yang Pengalaman di Digital Lending, Allo Bank Buka Lowongan Kerja Product Manager – Auto Loan