8 Sikap yang Diam-Diam Dinilai Atasan sebagai Karyawan Bernilai Rendah, Jadi Dianggap Tak Berharga untuk Perusahaan

photo author
Elga Windasari, Pejuang Kantoran
- Jumat, 18 Juli 2025 | 14:10 WIB
Ilsutrasi yang menunjukkan bahwa karyawan yang kerja seadanya adalah salah satu sikap yang bakal dipandang rendah oleh atasan. (Google Gemini)
Ilsutrasi yang menunjukkan bahwa karyawan yang kerja seadanya adalah salah satu sikap yang bakal dipandang rendah oleh atasan. (Google Gemini)

Pejuangkantoran.com - Setiap karyawan punya peran penting dalam menentukan kesuksesan dan budaya kerja di sebuah perusahaan.

Sayangnya, tidak semua karyawan memberi dampak positif. Ada juga yang diam-diam membuat suasana kerja jadi kurang produktif, bahkan menurunkan semangat tim.

Menariknya, meskipun terlihat bekerja seperti biasa, para atasan sebenarnya bisa menangkap tanda-tanda kalau karyawan tersebut sebenarnya kurang memberikan nilai.

Apa saja tanda-tandanya? Ini beberapa hal yang sering dilakukan oleh karyawan bernilai rendah yang diam-diam diperhatikan oleh atasan.

  1. Tak punya inisiatif

Karyawan seperti ini biasanya menunggu disuruh dulu baru bekerja. Mereka jarang punya ide, tidak aktif mencari solusi, dan kelihatan kurang peduli terhadap hasil kerja tim.

Padahal, atasan lebih menghargai orang yang bisa berpikir sendiri dan menunjukkan kepedulian terhadap pekerjaan.

Baca Juga: Pentingnya Peran HR dalam Melakukan Mediasi Karyawan saat Terjadi Konflik di Tempat Kerja

  1. Kerja seadanya

Karyawan seperti ini datang ke kantor, mengerjakan tugas-tugas pokok, tetapi tidak memberi usaha ekstra.

Gaya kerja seperti ini biasanya terlihat dari hasil kerja yang datar, kurang semangat, dan lambat berkembang.

Lama-lama atasan pun sadar kalau karyawan ini tidak benar-benar “hadir” secara mental di tempat kerja.

  1. Suka menghindar dari tanggung jawab

Kalau ada masalah, karyawan ini cepat-cepat melempar kesalahan ke orang lain. Mereka juga cenderung menghindar saat diminta bantu sesuatu di luar tugas rutin.

Atasan mungkin tak langsung menegur, tetapi mereka pasti memperhatikan pola ini.

  1. Tak punya rasa penasaran

Karyawan yang jarang bertanya atau cari tahu lebih banyak biasanya kurang terlibat secara emosional dengan pekerjaannya.

Mereka hanya peduli pada tugas yang ada di depan mata, tanpa tertarik pada “kenapa” atau “bagaimana” hal itu penting untuk perusahaan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Sigit Triwahyu

Sumber: Your Tango

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X