“Ada tiga hal yang tidak dapat dibatalkan oleh waktu: masa lalu, rasa sakit, dan kematian.”
"Tahu nggak kenapa senja itu menyenangkan? Kadang ia merah merekah bahagia, kadang ia hitam gelap berduka, tapi langit selalu menerima senja apa adanya.”
Dan jangan lupakan musiknya. Lagu-lagu tema yang menyertai sepanjang film seperti sulap. Seperti mantra yang mengikat emosi kita ke setiap adegan.
Ada satu momen ketika Jonathan dan Sore bertemu, dan ketika kedua tangan mereka bertemu, keduanya menyaksikan lintasan adegan di banyak masa, lalu saat itu lagu Terbuang dalam Waktu dari Barasuara mengalun….
Klimaks adegan itu menghantam. Menyesakkan. Tapi juga indah. Seperti kembang api di malam tahun baru, yang meledak sekaligus membuat hening.
Wow. Banget.
Sore, Istri dari Masa Depan bukan sekadar film. Ia adalah pengalaman batin, dan mungkin juga peringatan. Tentang cinta, waktu, dan batas yang tak bisa kita langkahi semau kita.
Kalau kau pernah mencintai seseorang begitu dalam hingga rela mengulang luka demi memperbaikinya, film ini akan mengguncangmu. (Raya Susetyo)
Artikel Terkait
Perusahaan Fashion yang Paling Diidamkan Para Pekerja di 2025
Resmi Gabung Fortuna Sittard, Justin Hubner Mulai Petualangan Baru di Eredivisie
Majalah Vogue Tampilkan Model AI untuk Iklan Guess: Bakal Jadi Ancaman di Dunia Fashion?
Jangan Takut Cari Kerjaan Baru saat Kondisi Sulit seperti Sekarang, Ini 3 Tips Melakukannya!
Apa Itu Voluntary Resignation Program? Pelajari Dulu Untung Rugi Pengunduran Diri Sukarela!
Saat Wawancara Kerja, Penting Tunjukkan Antusiasme dengan Pekerjaan yang Dilamar. Ini Caranya!
Situasi Kerja Tak Membaik Sejak Awal Tahun, 1 dari 4 Pekerja Ingin Cari Pekerjaan Baru