Sutradara Mouly Surya Akui Visualisasi Kecelakaan Pesawat di Film 'Tukar Takdir' Cukup Ambisius

photo author
Syanne Susita, Pejuang Kantoran
- Jumat, 19 September 2025 | 11:05 WIB
Film Tukar Takdir yang mengangkat tragedi kecelakaan pesawat dibintangi oleh Marsha Timothy, Nicholas Saputra, dan Adhisty Zara.  (Instagram/@tukartakdirfilm)
Film Tukar Takdir yang mengangkat tragedi kecelakaan pesawat dibintangi oleh Marsha Timothy, Nicholas Saputra, dan Adhisty Zara. (Instagram/@tukartakdirfilm)

PejuangKantoran.com - Tragedi kecelakaan pesawat sudah banyak diangkat di film-film Hollywood. Namun di Indonesia, mungkin baru Mouly Surya yang mengangkatnya ke layar lebar.

Tukar Takdir, begitu judulnya, diadaptasi dari novel berjudul sama karya Valiant Budi. Mengingat temanya yang jarang diangkat dalam film-film Indonesia, Mouly Surya dan rumah produksinya, Cine, mengadakan riset yang cukup intensif untuk menghadirkan emosi dan intensitasnya.

“Yang menarik bagi kami sebenarnya adalah riset yang harus dilakukan untuk kepentingan adegan investigasi. Kami mengunjungi KNKT (Komite Nasional Keselamatan Transportasi) untuk mencari tahu detail sebenarnya beberapa penyebab kecelakaan pesawat, terutama yang ada korelasinya dalam cerita di film.

Baca Juga: Ini 5 Program Prioritas dari 17 Paket Stimulus Ekonomi yang bakal Serap Jutaan Lapangan Kerja

"Post produksi juga menarik karena kita harus merealisasikan dan memvisualisasikan bentuk dari kejadian kecelakaan pesawat. Walaupun itu mungkin bukan yang utamanya, tapi jadi motivasi utama untuk men-drive drama cerita utama film.

"Yaitu, bagaimana karakter utama bangkit dan berhubungan dengan karakter-karakter yang lain,” ujar Rama Adi, produser dari Cine Surya saat peluncuran trailer Tukar Takdir di Plaza Senayan XXI, Jakarta, Rabu (10/09/2025).

Novel Tukar Takdir sendiri merupakan kumpulan beberapa peristiwa atau insiden yang dilihat dari berbagai POV. Ketika novel ini disodorkan oleh Chand Parwez, Mouly Surya langsung memilih cerita tersebut untuk diangkat menjadi film.

Cerita ini menarik bagi Mouly, karena sejak dulu sutradara peraih Piala Citra 2018 itu sudah tertarik dengan investigasi kecelakaan pesawat terbang.

“Nonton Air Crash Investigation sih sudah hobi saya dari dulu sih. Sudah belasan tahun. Itu ada 20-an season dan saya sudah menonton semua. Jadi, sangat excited untuk saya membagi film ini dengan semua tanggal 2 Oktober, karena film (kecelakaan pesawat terbang) ini cukup baru, ya!

"Saya tidak berani bilang ini yang pertama karena kita kan tidak menonton semua film Indonesia. Tapi, ini pengalaman baru yang cukup menantang!" ujarnya.

Baca Juga: Underemployment Ada di Depan Mata, Pahami Penyebabnya dan Lakukan Hal yang BIsa Mengatasinya!

Secara teknis, menurut Mouly logistik film ini cukup menantang karena latar belakangnya yang mengenai kecelakaan pesawat. Tim produksi tentu harus mampu menciptakan situasi yang meyakinkan bagi penonton, sehingga harus direncanakan secara ekstensif.

"Kebetulan saya punya pesawat model sehingga saya mensimulasi jatuhnya pesawatnya begini, abis itu begini dan begini. Selain butuh planning panjang, perlu kerjasama dengan seluruh tim, termasuk dengan sinematografer Roy Lolang.

"Selain itu komunikasi yang kompleks karena cukup ambisius pencapaian yang kita mau raih untuk adegan pesawat crash,” terang sutradara yang melejit berkat film Marlina si Pembunuh Empat Babak ini.

Namun, hal yang paling menyenangkan mengerjakan film ini bagi Mouly Surya adalah keakraban yang sudah terjalin di antara dirinya dengan para pemain. Kebanyakan yang diajak bergabung merupakan teman-teman lamanya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X