Underemployment Ada di Depan Mata, Pahami Penyebabnya dan Lakukan Hal yang BIsa Mengatasinya!

photo author
Sigit Triwahyu, Pejuang Kantoran
- Jumat, 19 September 2025 | 09:05 WIB
Karena kondisi dan unsur keterpaksaan, cukup banyak dijumpai underepmloyment di mana orang bekerja  tidak sesuai kapasitas dan keterampilannya serta gaji di bawah UMR. (Screenshot IG @sigittriwahyu)
Karena kondisi dan unsur keterpaksaan, cukup banyak dijumpai underepmloyment di mana orang bekerja tidak sesuai kapasitas dan keterampilannya serta gaji di bawah UMR. (Screenshot IG @sigittriwahyu)

Pejuangkantoran.com – Pernahkah kamu mengalami atau melihat seseorang yang bekerja  namun tidak sesuai dengan kapasitas, keterampilan, atau pengalamannya?

Misal, guru honorer dengan jam kerja penuh namun gaji di bawah UMR. Atau, sarjana hukum yang bekerja sebagai ojek online karena tidak ada lowongan yang ssuai dengan bidangnya.

Kasus-kasus demikian disebut sebagai underemployment. Underemployment adalah kondisi ketika seseorang bekerja namun pekerjaannya tidak sesuai dengan kapasitas, keterampilan, pengalaman, atau kebutuhan ekonominya.

Underemployment bukan pengangguran. Mereka punya pekerjaan, akan tetapi:

  1. Jam kerja kurang. Misalnya hanya bekerja paruh waktu saja, padahal ingin (dan mampu) bekerja penuh waktu. Menurut corporatefinanceinstitute.com ini disebut sebagai visible underemployment.

Mereka punya keterampilan untuk bekerja penuh waktu, namun tidak dapat menemukan pekerjaan tetap.  Mereka bekerja paruh waktu untuk memenuhi kebutuhan hidup.

  1. Tidak sesuai keterampilan/pendidikan. Misalnya lulusan S1 teknik bekerja sebagai kasir minimarket karena tidak ada kesempatan kerja yang sesuai bidangnya.

Menurut corporatefinanceinstitute.com, ini disebut sebagai invisible underemployment. Mereka bekerja namun tidak memanfaatkan keterampilan mereka.

  1. Pendapatan tidak cukup. Gaji yang diperoleh jauh di bawah standar hidup layak, meskipun bekerja penuh waktu.

Singkatnya, underemployment  itu bekerja, namun tidak optimal, baik dari sisi jam kerja, keahlian, atau pendapatan.

 Baca Juga: Pemerintah Umumkan 17 Paket Stimulus Ekonomi, Lima Program Fokus Ciptakan Jutaan Lapangan Kerja

Penyebab Adanya Underemployment

Penyebab underemployment biasanya muncul dari kombinasi faktor ekonomi, sosial, dan kebijakan. Berikut yang utama:

  1. Lapangan Kerja Terbatas

Jumlah pekerjaan formal tidak sebanding dengan jumlah angkatan kerja. Banyak orang akhirnya masuk ke sektor informal atau pekerjaan serabutan.

  1. Kesenjangan Keterampilan (skills mismatch)

Lulusan pendidikan tidak sesuai dengan kebutuhan industri. Contoh: banyak sarjana di bidang sosial, tapi lowongan yang banyak justru di bidang teknologi atau kejuruan.

  1. Pertumbuhan Ekonomi yang Tidak Merata

Daerah perkotaan mungkin punya banyak peluang, tapi di pedesaan pekerjaan terbatas. Akibatnya, orang menerima pekerjaan apapun meski tidak sesuai kemampuan.

  1. Pekerjaan Informal yang Dominan

Di negara berkembang (termasuk Indonesia), banyak pekerja berada di sektor informal dengan jam kerja fleksibel tapi tidak pasti (ojek online, pedagang kecil). Sering kali mereka ingin pekerjaan tetap dengan gaji layak, tapi sulit mendapatkannya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Sigit Triwahyu

Sumber: Berbagai Sumber, Corporatefinanceinstitute

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X