Bagi yang Serius Olah Raga Lari, Pilihlah Smartwatch dengan Dual-band GNSS. Ini Alasannya!

photo author
Sigit Triwahyu, Pejuang Kantoran
- Selasa, 16 Desember 2025 | 14:33 WIB
Ilustrasi seorang pelari marathon yang mengenakan smartwatch dengan dual-band GNSS yang cocok untuk digunakan di lingkungan perkotaan dengan banyak gedung tinggi. (Pejuangkantoran.com/Made with Google AI)
Ilustrasi seorang pelari marathon yang mengenakan smartwatch dengan dual-band GNSS yang cocok untuk digunakan di lingkungan perkotaan dengan banyak gedung tinggi. (Pejuangkantoran.com/Made with Google AI)

Pejuangkantoran.com – Memilih smartwatch modern saat ini, salah satu fitur yang mesti diperhatikan adalah adanya sistem navigasi satelit global (Global Navigation Satellite System atau GNSS).

Apalagi jika kamu memanfaatkan smartwatch sebagai pemantau tingkat kebugaran dan progress latihan. Sistem ini bermanfaat untuk  untuk menentukan posisi (berdasarkan lintang-bujur-ketinggian), kecepatan, dan waktu secara global.

 Jika semula keberadaan GPS sebagai GNSS di smartwatch dirasa sudah cukup, maka sekarang sudah tidak lagi. Multi GNSS, yaitu sistem navigasi satelit yang memanfaatkan lebih dari satu satelit sebagai acuan navigasinya.

Seperti kita tahu, selain satelit GPS (Amerika Serikat, juga ada Glonass (Rusia), Galileo (Uni Eropa), BeiDou (China/Tiongkok), dan yang regional ada QZss (Jepang) dan IRNSS/NaviC (India).

Navigasi satelit dengan multi GNSS diakui akan memberikan posisi yang lebih akurat dibanding yang hanya mengandalkan satu satelit. Namun, ternyata satu satelit GNSS pun cukup dan lebih unggul di beberapa hal dibanding yang multi GNSS, jika menggunakan GNSS dual-band.

Dual-band GNSS (L1/L5) adalah teknologi penerimaan sinyal navigasi satelit yang menggunakan dua frekuensi berbeda secara simultan (umumnya L1 dan L5) untuk meningkatkan akurasi, stabilitas, dan keandalan posisi dibanding GNSS satu frekuensi (single-band).

L1 biasanya menjadi frekuensi utama, sedangkan L5 adalah frekuensi tambahan yang lebih presisi.

Baca Juga: Ini Alasan-alasan Mengapa Smartwatch Kamu Wajib Punya Fitur Sistem Navigasi Satelit GNSS!

Keunggulan dan Kekurangan

Dual-band GNSS unggul karena mampu:

  1. Mengoreksi error ionosfer secara langsung. Error ionosfer adalah kesalahan pengukuran jarak dan posisi pada sistem GPS/GNSS yang terjadi karena sinyal satelit melewati lapisan ionosfer sebelum sampai ke receiver (smartwatch, ponsel, alat GPS). Ionosfer memengaruhi L1 dan L5 secara berbeda yang kemudian digunakan untuk menghilangkan error.
  2. Mengurangi multipath (pantulan sinyal dari gedung/tebing).
  3. Menstabilkan pace dan jarak saat bergerak.
  4. Mempercepat time-to-first-fix (TTFF) di lingkungan sulit. Time-to-First-Fix (TTFF) adalah waktu yang dibutuhkan perangkat GPS/GNSS sejak diaktifkan hingga berhasil menentukan posisi pertama yang valid (koordinat lintang–bujur–ketinggian).

Oleh karena itu, pemakaian dual-band GNSS mempunyai sejumlah kelebihan, yaitu:

  • Lebih akurat secara umum;
  • Posisi dan trek lebih stabil dan bersih;
  • Mengurangi error sinyal yang kompleks;
  • Ideal untuk aktivitas detail seperti:
    • Running pace analysis;
    • Mapping lintasan;
    • Navigasi presisi.

Baca Juga: 5 Hal dari Smartwatch yang Harus Kamu Rawat Secara Rutin Agar Performanya Bisa Diandalkan!

Namun tentu saja ini membawa konsekuensi yang menjadi kekurangan dual-band GNSS, yaitu:

  • Biasanya lebih boros baterai;
  • Harga yang lebih tinggi;
  • Jika hanya satu sistem satelit, jumlah satelit yang terlihat mungkin kurang dari multi-GNSS penuh.

Dengan begitu, smartwatch dengan dual-band GNSS ini menjadi lebih cocok untuk kamu yang:

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Sigit Triwahyu

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X