Bobbi Gibb, Pelari Marathon Perempuan Pertama Dunia yang Lari dengan Sepatu Perawat dan Celana Saudara Laki-lakinya.

photo author
Sigit Triwahyu, Pejuang Kantoran
- Senin, 23 Desember 2024 | 14:05 WIB
Bobbi Gibb, pelari marathon perempuan pertama dunia. (sportsmuseum.org)
Bobbi Gibb, pelari marathon perempuan pertama dunia. (sportsmuseum.org)

Pejuangkantoran.com – Bagi kamu perempuan yang juga pegiat lari jarak jauh, harus berterima kasih dengan Roberta Lousie ‘Bobbi’ Gibb. Tanpa Bobbi Gibb, mungkin belum tentu saat ini kamu bisa menikmati setiap event lari jarrak jauh yang diselenggrakan.

Berawal dari peraturan yang dibuat oleh Boston Athletic Association (BAA) yang meyakini bahwa perempuan tidak mampu melakukan lari marathon secara full. Oleh karena itu, tahun 1965 saat Bobbi Gibb mendaftar untuk ikut Boston Marathon, langsung ditolak oleh BAA.

Pantang menyerah Gibb, meskipun tidak terdaftar pada  lomba tersebut di tahun 1966, Bobbi tetap nekat ikut. Bobbi Gibb ‘ngumpet’ di semak-semak dekat garis start. Begitu tanda satat ditembakkan, Gibb langsung melompat masuk ke dalam peserta Boston Marathon itu.

Dan Gibb berhasil menyelesaikan marathon itu dalam waktu 3 jam 40 menit 21 detik. Namun keberhasilan Gibb ini tidak diakui oleh Boston Marathon. Bahkan saat Gibb memenangkan marathon ini di tahun berikut, yaitu 1967 dan 1968, tetap saja tidak diakui oleh Boston Marathon.

Ini karena peraturan Amateur Athletic Union (AAU) melarang perempuan lari lebih dari 1,5 mil dalam kompetisi.

Namun begitu, tetap saja Bobbi Gibb diakui sebagai pelari pertama perempuan yang berhasil menyelasaikan Boston Marathon. Ini artinya pelari marathon perempuan pertama di dunia.

 Baca Juga: Ikuti 6 Kunci Yang Penting Ini Agar Kamu Dapat Menjalani Olah Raga Lari Dengan Konsisten

Lari adalah dunia Gibb

Dunia lari memang tidak pernah lepas dari Perempuan kelahiran Cambridge, Massachusetts, Amerika Serikat 2 November 1942 ini. Bobbi Gibb memang cinta olah kegiatan lari sejak kecil. Dalam memoarnya yang dimuat di sportsmuseum.org disebutkan:

“Saya suka berlari saat masih kecil. Saya melihat rumput hijau di lapangan dan saya merasakan begitu banyak kegembiraan atas keindahannya sehingga saya merasa harus melintasinya dengan kecepatan tinggi. Semua orang berhenti berlari setelah SMA, tapi saya tidak pernah berhenti.”

Tidak pernah berhenti berlari, ini bukan metafora tapi memag Gibb tidak pernah berheni dari kegiatan ini sama sekali. Bahkan ia pun melakukannya sendirian, tanpa teman, dan tidak pernah ada yang tahu jika ia melakukan kegiatan ini di hutan.

Bagi lulusan Boston Museum of Arts dan Tufts University School of Special Studies ini, lari adalah lari. Bahkan ia tak tahu tekniknya harus seperti apa. Menjelag Boston Marathon yang mengubah dunia lari jark jauh itu, Gibb tidak tahu persiapan apa yang harus dia lakukan.

Dia mengakui tak tahu harus latihan seperti apa untuk lomba itu. Yang dia tahu bahwa dia tidak pernah berhenti dari kegiatan berlari.

Baca Juga: Kamu Tertarik Ikut Tren Olah Raga Lari, Ikuti Langkah-Langkah Mendasar Berikut Ini Untuk Memulai

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Sigit Triwahyu

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Luvita Ho, Saat Dessert Menjadi Medium Cerita

Jumat, 1 Mei 2026 | 11:15 WIB
X