PejuangKantoran.com - Salah satu film yang penayangannya ditunggu-tunggu pemerhati film nasional di tahun 2026 adalah Esok Tanpa Ibu.
Banyak hal yang membuat film ini diminati. Pertama, film menampilkan 3 pemain populer, Dian Sastrowardoyo, Ringgo Agus dan Ali Fikry. Kedua, tentu saja karena ceritanya yang menarik dan menyangkut hal yang sangat kekinian, yaitu AI atau, dibahasakan di film ini sebagai akal imitasi.
Esok Tanpa Ibu atau judul bahasa Inggrisnya, Mothernet menceritakan kedekatan anak remaja Cimot (Ali Fikry) dengan ibunya (Dian Sastrowardoyo). Sayang, kejadian tragis membuat ibunya koma dan Cimot kehilangan kasih sayang sang ibu.
Di satu sisi, hubungan canggung Cimot dengan bapaknya (Ringgo Agus) menjadi semakin renggang dan menimbulkan konflik, ketika ibu tidak ada. Melihat kesedihan Cimot karena komanya sang ibu, sahabatnya (Nurra Datau) membantu membuatkan aplikasi AI bernama I-bu.
“Cerita ini punya konsep yang kuat dari sisi drama tapi, as you can see di trailer, ada elemen AI-nya yang saya rasa sangat relevan sama kehidupan kita sekarang.
Baca Juga: Jerome Kurnia Blak-Blakan soal Membangun Karakter Kapten Pilot di Film 'Penerbangan Terakhir'
Pada saat kita memilih cerita ini pada tahun 2019, sedikit tambahan konteks saja, belum ada chat GPT seperti sekarang. Pada saat itu, mendengar kata AI kayak jauh gitu, canggih! Tapi, kenyataannya kalau hari ini kita ngomong AI, itu sudah jadi bagian hidup sehari-hari kita!” Ujar produser dari Base Entertainment, Aoura Loveson Chandra di Plaza Senayan XXI (15/12/2025).
Proses penggarapan cerita hinga akhirnya jadi film dan siap untuk ditayangkan memakan waktu yang cukup panjang. Ide cerita datang dari duo penulis Gina S. Noer dan Diva Apresya dan dipresentasikan kepada produser Shanty Harmayn pada tahun 2019. Film kemudian disutradarai oleh sutradara Malaysia, Ho Wi-ding dan mendapat dukungan dari berbagai negara seperti Taiwan dan Singapura (Singapore Film Commision dan Infocomm Media Development Authority). Film ini juga telah diputar sebelumnya di Busan International Film Festival dan sebagai Indonesian Premiere di Jaff 2025.
“Proses penggarapan film ini amat sangat panjang. Film dimulai tahun 2019 dan di penghujung 2025, baru bisa dikeluarkan informasi pertama dalam rangka menuju rilis tanggal 22 Januari 2025. Semoga ceritanya sampai ke hati penonton,” ujar Shanty.
Baca Juga: SIM Kedaluwarsa Masih Bisa Diperpanjang, Ini Syarat dan Biayanya
Dukungan juga datang dari Dian Sastrowardoyo yang tidak hanya terlibat sebagai pemain, tetapi juga sebagai produser film. Rumah produksi miliknya yang didirikan bersama Rio Pasaribu dan Hizkia Nararya, Beacon Film, berkolaborasi dengan Base Entertainment memproduksi film ini.
“Esok Tanpa Ibu adalah film pertama dimana saya akhirnya memberanikan diri mengambil dua peran, sebagai aktor, menjadi seorang ibu dan juga sebagai produser. Untuk kedepannya, Beacon Film ingin sekali bisa men-support film-film terbaik yang ada di tanah air karena kita percaya film membawa banyak pesan yang tidak hanya untuk orang Indonesia, bahkan juga internasional,” pungkas Dian.
Artikel Terkait
Justin Barki Sumbangkan Bonus Emas SEA Games 2025 untuk Korban Banjir Bandang Sumut
SIM Kedaluwarsa Masih Bisa Diperpanjang, Ini Syarat dan Biayanya
Urutan Upah Minimum Per Jam di 100 Negara dari Tertinggi-Terendah. Indonesia Ada di Urutan Berapa?
SpongeBob SquarePants Diabadikan dengan Cetakan Tangan dan Kaki di Hollywood Jelang Rilis Film
Nggak Ada Cuti Bersama Jelang Tahun Baru, ASN Diimbau untuk WFA pada 29-31 Desember 2025
10 Langkah Bagi Content Creator Specialist Untuk Menyusun Content Pillar
Pelan-pelan, Karyawan Muda Akhirnya Mau Balik ke Kantor demi Masa Depan Karier Mereka Sendiri
Beda Translator dan Interpreter, Sama-sama Penerjemah tapi Media yang Dipakai Nggak Sama
Jerome Kurnia Blak-Blakan soal Membangun Karakter Kapten Pilot di Film 'Penerbangan Terakhir'
Makanan yang Membantu Redakan Stres, Menurut Para Ahli