Selain Berakting, Dian Sastrowardoyo Beranikan Diri Jadi Produser di Film Esok Tanpa Ibu

photo author
Syanne Susita, Pejuang Kantoran
- Minggu, 21 Desember 2025 | 11:15 WIB
Dian Sastro tampil cantik dalam balutan busana serba hitam dengan pin one piece yang jadi sorotan  (Fildzah/inforedaksi.com)
Dian Sastro tampil cantik dalam balutan busana serba hitam dengan pin one piece yang jadi sorotan (Fildzah/inforedaksi.com)

PejuangKantoran.com - Salah satu film yang penayangannya ditunggu-tunggu pemerhati film nasional di tahun 2026 adalah Esok Tanpa Ibu.

Banyak hal yang membuat film ini diminati. Pertama, film menampilkan 3 pemain populer, Dian Sastrowardoyo, Ringgo Agus dan Ali Fikry. Kedua, tentu saja karena ceritanya yang menarik dan menyangkut hal yang sangat kekinian, yaitu AI atau, dibahasakan di film ini sebagai akal imitasi.

Esok Tanpa Ibu atau judul bahasa Inggrisnya, Mothernet menceritakan kedekatan anak remaja Cimot (Ali Fikry) dengan ibunya (Dian Sastrowardoyo). Sayang, kejadian tragis membuat ibunya koma dan Cimot kehilangan kasih sayang sang ibu.

Di satu sisi, hubungan canggung Cimot dengan bapaknya (Ringgo Agus) menjadi semakin renggang dan menimbulkan konflik, ketika ibu tidak ada. Melihat kesedihan Cimot karena komanya sang ibu, sahabatnya (Nurra Datau) membantu membuatkan aplikasi AI bernama I-bu.

 “Cerita ini punya konsep yang kuat dari sisi drama tapi, as you can see di trailer, ada elemen AI-nya yang saya rasa sangat relevan sama kehidupan kita sekarang.

Baca Juga: Jerome Kurnia Blak-Blakan soal Membangun Karakter Kapten Pilot di Film 'Penerbangan Terakhir'

Pada saat kita memilih cerita ini pada tahun 2019, sedikit tambahan konteks saja, belum ada chat GPT seperti sekarang. Pada saat itu, mendengar kata AI kayak jauh gitu, canggih! Tapi, kenyataannya kalau hari ini kita ngomong AI, itu sudah jadi bagian hidup sehari-hari kita!” Ujar produser dari Base Entertainment, Aoura Loveson Chandra di Plaza Senayan XXI (15/12/2025).

 Proses penggarapan cerita hinga akhirnya jadi film dan siap untuk ditayangkan memakan waktu yang cukup panjang. Ide cerita datang dari duo penulis Gina S. Noer dan Diva Apresya dan dipresentasikan kepada produser Shanty Harmayn pada tahun 2019. Film kemudian disutradarai oleh sutradara Malaysia, Ho Wi-ding dan mendapat dukungan dari berbagai negara seperti Taiwan dan Singapura (Singapore Film Commision dan Infocomm Media Development Authority). Film ini juga telah diputar sebelumnya di Busan International Film Festival dan sebagai Indonesian Premiere di Jaff 2025.

“Proses penggarapan film ini amat sangat panjang. Film dimulai tahun 2019 dan di penghujung 2025, baru bisa dikeluarkan informasi pertama dalam rangka menuju rilis tanggal 22 Januari 2025. Semoga ceritanya sampai ke hati penonton,” ujar Shanty.

Baca Juga: SIM Kedaluwarsa Masih Bisa Diperpanjang, Ini Syarat dan Biayanya

 Dukungan juga datang dari Dian Sastrowardoyo yang tidak hanya terlibat sebagai pemain, tetapi juga sebagai produser film. Rumah produksi miliknya yang didirikan bersama Rio Pasaribu dan Hizkia Nararya, Beacon Film, berkolaborasi dengan Base Entertainment memproduksi film ini.

“Esok Tanpa Ibu adalah film pertama dimana saya akhirnya memberanikan diri mengambil dua peran, sebagai aktor, menjadi seorang ibu dan juga sebagai produser. Untuk kedepannya, Beacon Film ingin sekali bisa men-support film-film terbaik yang ada di tanah air karena kita percaya film membawa banyak pesan yang tidak hanya untuk orang Indonesia, bahkan juga internasional,” pungkas Dian.

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Christina A.S

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X