Garap Film 'Ikatan Darah", Sidharta Tata Banyak Belajar Sistem Kerja Hollywood pada Iko Uwais

photo author
Syanne Susita, Pejuang Kantoran
- Senin, 23 Maret 2026 | 12:34 WIB
Saat menggarap film "Ikatan Darah" yang digarap Uwais Pictures, Sidharta Tata mengaku banyak belajar dari Iko Uwais. (Cinema 21)
Saat menggarap film "Ikatan Darah" yang digarap Uwais Pictures, Sidharta Tata mengaku banyak belajar dari Iko Uwais. (Cinema 21)

PejuangKantoran.com - Iko Uwais semakin mantap menekuni karirnya di balik layar. Setelah menyutradarai film Timur, aktor yang lekat dengan film laga ini menjadi produser eksekutif untuk film Ikatan Darah.

Iko mengaku tidak terlalu sulit mengumpulkan jajaran pemain untuk film terbarunya ini. Sebab, sudah ada beberapa nama yang dikantongi sutradara Sidharta Tata sehingga mereka tidak perlu menjalani proses casting.

“Ya, tidak ada yang murah ya, tapi kualitasnya di atas standar dengan harganya gitu. Masing-masing karakter sangat kuat. Tata membangun tiap karakter tidak selewat, sangat kaya.

Baca Juga: 4 dari 5 Pekerjaan Baru di Singapura Ternyata Diisi oleh Pekerja Asing. Minat Bekerja di Sini?

"Karakter yang dibangun untuk dramanya seimbang dengan action-nya. Itu yang saya minta!” ujar Iko Uwais, saat konferensi pers Ikatan Darah di Plaza Senayan XXI, Jakarta, Rabu (11/3/2026).

Film ini akan menghadirkan Derby Romero, Livi Ciananta, Lydia Kandou, Teuku Rifnu Wikana, Abdurrahman Arif, Ismi Melinda, Rama Ramadhan, Agra Piliang, dan Dimas Anggara.

Tidak hanya honor pemain yang membutuhkan budget besar, desain produksinya pun begitu.  Sidharta Tata, yang sebelumnya sukses menggarap beberapa series action, punya visi menghadirkan adegan laga yang memukau.

Alhasil, ketika mempresentasikan gagasannya pada produser, tidak sulit bagi Iko dan jajaran produser untuk menyediakan biaya produksi yang tinggi dari adegan-adegan laganya.

“Setiap kali kita berdiskusi, mas Tata selalu merayu. Maksudnya licik, eh... pintar, karena dia memberikan sebuah visualisasi yang saat kita visualisasikan, ya, benar. Dan, dia pintar.

"Kalau kita ragu, dia balikin lagi, 'Terserah lo deh, Mas'. Yang mana itu jadi susah di kita lagi (untuk menolak). Efeknya Bang Iko jadi sering meeting beberapa kali.

Baca Juga: Kreativitas Ternyata Bukan Cuma Milik Anak Muda, Begini Memaksimalkan Potensi sesuai Tahap Usia

"Sampai subuh, kita berdiskusi bagaimana cara merealisasikan dan memvisualisasikannya. Prosesnya lumayan panjang jadinya,” ucap produser Ryan Santoso.

Dipercaya untuk menggarap film laga oleh Uwais Pictures, rasanya seperti mimpi yang menjadi kenyataan buat Tata. Menyutradarai film action memang salah satu alasan mengapa ia terjun ke dunia film.

Ketika kesempatan ini datang, sutradara kelahiran Yogyakarta, 17 Mei 1985 ini mengaku banyak belajar dari Iko Uwais yang pernah bekerja di Hollywood.

“Pada saat pertama membuat film, tujuannya memang ingin membuat action. Hanya tidak pernah terwujud kesempatannya. Kemudian saya dipertemukan dengan Bang Iko dan Mas Ryan, kita berproses menciptakan film ini.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X