Satu Adegan yang Buat Vino G.Bastian Terinspirasi Setengah Mati Pada Buya Hamka

photo author
Christina A.S, Pejuang Kantoran
- Minggu, 16 April 2023 | 11:45 WIB
Film Buya HAMKA
Film Buya HAMKA

PejuangKantoran.com - Film Buya Hamka bisa dibilang sebagai film Indonesia dengan biaya produksi terbesar dan termahal di Indonesia.

Menurut Chand Parwez sang produser film tersebut, film ini membutuhkan waktu pembuatan selama 9 tahun dan menghabiskan dana Rp60 miliar.

Durasi film pun tidak tanggung-tanggung, hingga 7 jam! Itu sebabnya penayangan film ini akan dibagi menjadi tiga dimana volume pertama akan ditayangkan serentak pada tanggal 19 April 2023.

Memerankan tokoh legendaris Buya Hamka yang tidak hanya dikenal sebagai ulama tetapi juga sebagai sastrawan dan bahkan wartawan jelas bukan tugas yang mudah dan aktor Vino G. Bastian yang dipercaya untuk memerankannya.

Bagi aktor 41 tahun ini, berperan sebagai tokoh sebesar Buya Hamka banyak memberikan banyak inspirasi dalam kehidupan pribadi. Bahkan ada satu adegan dalam film yang membuatnya sangat terkesan.

Baca Juga: Aurélie Moeremans Tak Berniat Tuntut Dokter yang Sempat Bikin Wajahnya Lumpuh 

“Ada perkataan Buya Hamka yang ia ucapkan di saat ia menulis salah satu tafsir di penjara. Pada saat itu, Buya minta didatangkan buku-bukunya ke dalam penjara. Ia ditanya oleh seorang sipir untuk apa meminta buku-buku ini. Ia menjawab jika ia ingin menulis tafsir Al Azhar.”

“Sang sipir bertanya kembali, ‘Untuk apa, Buya?’ Beliau lalu bilang jika seumur hidupnya ia terlalu banyak memberikan nasihat pada orang banyak."

"Tapi, saya lupa menasihati diri saya sendiri. Dan, dimomen itulah ia menulis tafsir Al Azhar yang sampai sekarang masih dibaca dan jadi pedoman banyak orang,” ujar suami dari aktris Marsha Timothy ini.

Baca Juga: Zaskia Sungkar Nikmati Serunya Berbisnis Fashion dari Mendesain Hingga Pemasarannya

Vino menambahkan, quotes ini memiliki makna yang dalam sekali. Ia melihat kecenderungan jika saat ini banyak orang yang dengan angkuhnya menasehati banyak orang tetapi ketika dirinya dikritik sedikit, langsung tidak terima.

“Jadi, inilah kebesaran hati seorang Buya Hamka dan kerendahan hati seorang Buya Hamka sebagai seorang manusia biasa yang merasa harus dinasehati demi kebaikan diri sendiri.” (Syanne Susita)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Christina A.S

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X