7 Fakta tentang Peringatan Hari Tri Suci Waisak 2567 BE di Candi Borobudur

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Minggu, 4 Juni 2023 | 07:02 WIB
Ilustrasi: Minggu, 4 Juni 2023, merupakan peringatan puncak Hari Tri Suci Waisak 2567 BE di Candi Borobudur. (Pexels/Thai Naan)
Ilustrasi: Minggu, 4 Juni 2023, merupakan peringatan puncak Hari Tri Suci Waisak 2567 BE di Candi Borobudur. (Pexels/Thai Naan)

Bhante Subin, salah seorang perwakilan Bhikkhu Sangha, mengatakan bahwa api melambangkan cahaya dalam kegelapan. Api Dharma diharapkan menjadi penerang bagi setiap orang yang melaksanakan Dharma.

"Api Dharma membuat hati kita terang, tenang, damai dan mencapai kesucian batin,” kata Bhante Subin, saat berada di Grobogan, Jumat (2/6/2023).

• Sedangkan air menjadi makna simbol kerendahan hati, demikian menurut Direktur Urusan dan Pendidikan Agama Ditjen Bimas Buddha Kementerian Agama Nyoman Suriadarma. Hal itu ditandai dengan sifat air yang selalu mengalir ke tempat yang lebih rendah.

Baca Juga: Rayakan Waisak, 32 Biksu Jalan Kaki dari Thailand ke Candi Borobudur, Indonesia

"Air juga simbol kebeningan dan kejernihan, termasuk ketenangan," ungkap Nyoman di Temanggung, Sabtu (3/6/2023).

Peringatan Puncak Hari Tri Suci Waisak pada Minggu, 4 Juni 2023, dimulai dengan prosesi berjalan dari Candi Mendut menuju Candi Borobudur.

Tepat pukul 10.41.19, detik-detik Waisak 2567 BE/2023 ditandai dengan pemukulan gong sebanyak tiga kali dan pemercikan air suci, pembacaan paritta Jayanto, dan umat bersikap Anjali.

Setelah itu peringatan dilanjutkan dengan Dharmasanti Festival Lampion di Taman Lumbini Candi Borobudur.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: Kemenag, National Geographic, Tourjogja.com

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X