PejuangKantoran.com - Ubud sebagai pusat seni dan budaya di Bali memang selalu menjadi daya tarik wisatawan. Mereka yang kurang tertarik dengan ingar-bingarnya Kawasan Canggu biasanya memilih untuk menjelajah jantung Pulau Bali ini.
Dibandingkan Kawasan Kuta yang sudah sesak dengan kafe dan mall, Ubud lebih banyak dipenuhi butik-butik, toko kerajinan tangan, pura, museum, tempat yoga dan massage.
Atmosfernya pun lebih tenang, dengan pemandangan sawah terasering Tegalalang yang bikin mata jadi adem.
Baca Juga: Baru Setahun Beroperasi, Atlas Beach Fest Disebut Bawa Banyak Dampak Positif Buat Masyarakat Bali
Selain kaya akan tempat-tempat seni dan kreatif, Ubud juga dikenal dengan dunia kulinernya. Bahkan, Kepala Dinas Pariwisata Bali I Wayan Gede Sedana Putra sudah mengungkapkan rencananya untuk mempromosikan Ubud sebagai destinasi wisata gastronomi berstandar dunia.
Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari program kerjasama United National World Tourism Organization (UNWTO) dan Pemerintah Indonesia. Gede Putra mengatakan, Ubud akan menjadi prototipe destinasi wisata gastronomi dunia.
Kabupaten Gianyar sendiri sudah berupaya mempromosikan Ubud sebagai tujuan pecinta kuliner sejak 2018. Namun arahan baru dari UNWTO adalah wacana tentang keahlian memasak yang lebih dari sekadar makanan.
Pengalaman gastronomi disebut akan mampu mencerminkan budaya, warisan, tradisi, dan rasa komunitas dari berbagai bangsa.
Apa itu wisata gastronomi?
Indonesia.go.id menyebut wisata gastranomi sebagai seni mempelajari makanan secara menyeluruh di setiap proses pembuatannya.
Mulai dari persiapan, pemilihan bahan makan, proses memasak, hingga seni presentasi, estetika, dan mutu makanan tersebut.
Dengan demikian, wisatawan tidak hanya menikmati hidangannya tetapi juga setiap aktivitas yang terkait dengan makanan tersebut. Contohnya, mengunjungi produsen lokal, berpartisipasi dalam festival makanan, dan menghadiri kelas memasak.
Mengunjungi produsen makanan lokal dan situs pertanian selama ini sudah menjadi salah satu pengalaman wisata paling populer di Bali. Ratusan ribu turis dari seluruh dunia setiap tahun datang mengunjungi sawah terasering di Bali .
Sistem pangan agroekologi yang unik ini bahkan dilindungi di bawah status Warisan Dunia PBB.
Ada upaya bersama yang dilakukan di Bali untuk melestarikan dan mempromosikan budaya lokal. Pemerintah daerah setempat ingin melihat industri pariwisata secara aktif mendorong pengunjung untuk mengalami keajaiban Bali.
Artikel Terkait
Uang Nasabah Bank Mandiri Raib hingga Belasan Juta, Disebut Kena Modus Carding. Apa Itu?
Tebak Kenapa Masa Berlaku SIM di Indonesia Cuma 5 Tahun, Beda Jauh dengan Singapura!
Cara Mencegah Jadi Korban Carding, Jenis Penipuan Online lewat Kartu Kredit
Sekarang PPPK Juga Bisa Mendapat Kenaikan Gaji Berkala dan Istimewa dengan Sejumlah Syarat
Pssst... Ada Fitur Baru di WhatsApp: Pesan Video Instan, Versi Canggih dari Pesan Suara
Jangan Unggah Foto Boarding Pass Milikmu di Media Sosial, Risikonya Nggak Main-main!