PejuangKantoran.com - Ketika foto-foto dari film Budi Pekerti beredar di media sosial untuk kali pertama, pemerhati film tidak sabar melihat trailer film panjang kedua karya sutradara Wregas Bhanuteja ini.
Namun, ketika akhirnya konferensi pers film Budi Pekerti digelar, trailer filmnya ternyata masih disembunyikan.
Sutradara asal Yogjakarta itu hanya memaparkan karakter yang ada di film dan mengapa secara spesifik memilih aktor dan aktris seperti Sha Ine Febriyanti, Angga Yunanda, Prilly Latuconsina, Dwi Sasono, Omara Esteghlal, dan Ari Lesmana.
Baca Juga: 4 Kisah Menyentuh di Balik Pembuatan Film Just Mom, bahkan Hanung Bramantyo Ikut Menangis!
“Mbak Ine, di dunia teater dia memiliki ilmu yang bernama Taksu, di mana seseorang dapat terserap enerjinya melihat satu titik di panggung, meskipun di belakangnya ada pemandangan yang indah. Semua mata hanya tertuju melihat dia.
“Itulah yang saya lihat dari dia. Kehadirannya di panggung tidak hanya secara fisik, mata, dan dialog, tetapi ada tenaga dalam yang dia bentuk dan olah saat perenungan di ruang pemain, dan itu terpancar.
“Itu sebabnya dialah yang saya rasa cocok untuk memerankan tokoh utama, Ibu Prani,” terang Wregas Bhanuteja, saat konferensi pers film Budi Pekerti di Epicentrum XXl, Jumat (4/8/2023).
Film Budi Pekerti menceritakan seorang guru BP, Prani (Sha Ine Febriyanti) yang video perselisihannya dengan pengunjung pasar menjadi viral di media sosial.
Akibat tindakannya yang dinilai tidak mencerminkan pribadi seorang guru, ia dan keluarganya mendapat perundungan. Kesalahan Prani terus dicari-cari sehingga terancam kehilangan pekerjaan.
Keluarga Prani sendiri terdiri atas suaminya, Pak Didit (Dwi Sasono), dan anak-anak mereka: Muklas (Angga Yunanda) dan Tita (Prilly Latuconsina).
Baca Juga: Tenang Kini Barbie Tak Perlu Selamanya Sempurna, Ada Weird Barbie
Tokoh lainnya adalah Gora (Omara Esteghlal), videografer sebuah media yang pernah dibantu oleh Prani saat masih sekolah, dan pemimpin media di mana Gora bekerja, Tunas (Ari Lesmana).
Film Budi Pekerti masuk dalam program Discovery Toronto International Film Festival (TIFF), program yang khusus memperkenalkan dan mengapresiasi karya pertama atau kedua dari para sutradara visioner dari seluruh dunia.
Yang paling menggembirakan, Budi Pekerti menjadi satu-satunya film dari Indonesia yang diterima masuk dalam program Discovery. Ada 26 film dari 25 negara yang masuk dalam program ini.
Keberhasilan film Budi Pekerti masuk dalam program ini mengingatkan pada pengalaman sutradara besar seperti Christopher Nolan, Joachim Trier, dan David Gordon Green pada awal karir mereka. Saat itu mereka pun memasukkan karya-karya mereka di Discovery.
Artikel Terkait
Syarat dan Cara Mendaftar Program Beasiswa Unggulan Khusus untuk Pegawai Kemendikbudristek
Syarat Agar Masyarakat Berprestasi Bisa Mendaftar Beasiswa Unggulan Kemendikbudristek
4 Kisah Menyentuh di Balik Pembuatan Film Just Mom, bahkan Hanung Bramantyo Ikut Menangis!
Usai Tuntaskan Konser Tur Dunia, SUGA BTS Langsung Umumkan Akan Segera Wamil
Berapa Jumlah Soal Tes Bakat Skolastik Beasiswa LPDP? Simak 3 Tips Menghadapi Tesnya!
Penyandang Disabilitas Bisa Mendaftar Beasiswa Unggulan Kemendikbudristek, Ini Persyaratannya!