"Makassar mendapat julukan 'Kota Makan Enak'," ujar Tutut.
Sementara itu, Ikhwal Makassar adalah "Kota Makan Enak'", generasi penerus Sop Konro Karebosi, salah satu hidangan asli Makassar, Fifi Hanafie mengiyakan.
"Sop konro salah satu makanan khas Makassar yang menjadi andalan," tutur Fifi, generasi penerus bisnis kuliner berjenama Sop Konro Karebosi yang sudah sejak 1968 eksis di Makassar diawali oleh warung kaki lima sang ayah, Hanafie, di kawasan Lapangan Karebosi.
Baca Juga: Mau Jadi Anggota Intel? BIN Buka Lowongan CPNS untuk 1.000 Formasi: Cek Kriteria Pelamarnya!
Sop konro dengan ciri khas potongan-potongan daging sapi berikut kuah dan tambahan kecap manis adalah kuliner setiap hari warga Makassar.
Menurut cerita Fifi, sejak 1968 tersebut, menu sop konro karebosi, paling sering menjadi santapan pada sore hari warga Makassar.
Ayah Fifi dan generasi penerus Sop Konro Karebosi baik di Makassar maupun di Jakarta, dahulu dan kini, selalu menggunakan kecap Bango dalam meracik sop tersebut.
"Kami juga sudah tiga kali ikut Festival Jajan Bango,"ucap Fifi Hanafie.
Inspirasi dari krisis ekonomi dunia
Tentang kecap manis, lanjut Andreas Maryoto, dalam penelusuran sejarah temuannya mendapatkan dugaan bahwa kecap manis Indonesia terinspirasi dari krisis ekonomi dunia.
"Krisis ekonomi dunia itu terjadi pada 1930-an yang juga melanda Indonesia," kata Andreas Maryoto.
Pada krisis itu, pemerintah Hindia Belanda tak lagi bisa mengekspor gula dari wilayah jajahannya di Indonesia ke mancanegara.
Laman Indonesia.go.id menulis sejak 1600-an, Indonesia masih dalam kekuasaan maskapai dagang Belanda alias VOC dan pemerintah Belanda.
Wilayah Indonesia yang bernama Hindia Belanda adalah penghasil gula terbesar kedua dunia setelah Kuba.