PejuangKantoran.com - Ada klaim yang menyebut bahwa daging sapi australia lebih empuk daripada daging sapi lokal Indonesia. Kok bisa?
"Pengalaman saya menunjukkan bahwa daging sapi australia lebih empuk daripada daging sapi lokal Indonesia," tutur Juru Masak atau Chef Vindex Tengker di sela-sela penjurian National Butchery and Cooking Competition 2023 berbasis daging sapi australia oleh MLA atau Meat & Livestock Australia pada Kamis sepekan lalu di Hotel Raffles Jakarta.
Chef atau Juru Masak Vindex Tengker yang sudah lebih dari 31 tahun berkutat di dunia kuliner mengatakan daging sapi australia bagian sirloin, tenderloin, maupun rib eye, paling baik menjadi menu dasar makanan steak atau kebab.
"Tetapi, untuk membuat daging sapi australia maupun daging sapi lokal Indonesia terasa empuk, seorang chef atau juru masak harus menguasai cara memasak daging sapi," ucap Chef Vindex Tengker.
Daging sapi australia
Sementara itu, menjawab pertanyaan PejuangKantoran.com di event MLA atau Meat and Livestock Australia itu, Trade Development Manager Meat and Livestock Australia atau MLA, Siti Nur Aini, menerangkan ihwal klaim daging sapi australia lebih empuk daripada daging sapi lokal Indonesia.
Kata Siti Nur Aini, Trade Development Manager MLA atau Meat and Livestock Australia, bila dibandingkan dengan Indonesia, pengelolaan peternakan sapi di Australia sudah eksis sejak 200 tahun silam.
"Di seluruh Australia, sapi untuk daging sapi australia bebas dipelihara dan diternakkan di padang rumput hijau, luas dan terbuka," ujar Trade Development Manager MLA Siti Nur Aini.
Hal yang juga penting, kata Trade Development Manager MLA Siti Nur Aini, pengelolaan peternakan sapi untuk mendapatkan daging sapi australia berkualitas, salah satunya berfokus pada makanan sapi potong.
Siti Nur Aini menambahkan bahwa makanan sapi australia berupa rumput atau green grass bersih dan natural.